YPDSM Bagikan Sembako Gratis, Ringankan Beban Krama Pura Ibu Banjar Tagtag Tengah

Foto: Penyerahan bantuan sembako kepada krama Pura Ibu Subudi di Banjar Tagtag Tengah, Peguyangan, Denpasar, Sabtu (18/4/2020).
761 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Ada pemandangan berbeda di Pura Ibu Subudi di Banjar Tagtag Tengah, Peguyangan, Denpasar, Sabtu (18/4/2020) pagi. Krama yang didominasi berusia lanjut tampak berdatangan satu per satu ke pura ini. Terlintas dari sinar mata dan senyum di wajah mereka mengambarkan kegembiraan.

Pasalnya, mereka mendapatkan bantuan sembako dan juga masker dari Yayasan Pendidikan Dhrama Sunu Mandare (YPDSM). Tentu ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan bagi mereka di tengah pandemic Covid-19. Paling tidak, kebutuhan akan sembako akan terpenuhi selama kurang lebih satu bulan ke depan ini.

Sembako yang dibagikan yayasan berupa beras sebanyak 3,5 kwintal, mie 35 dus, dan minyak goreng. Di mana sembako tersebut diperuntukkan bagi 35 krama pura ini. Sedangkan untuk masker gratis, masing-masing krama diberikan dua buah masker.

“Suksema (terima kasih-red) Pak De,” ujar salah satu krama kepada Pembina Yayasan Pendidikan Dhrama Sunu Mandare, Dr. Made Suarta yang saat itu didampingi anak dan juga isterinya. “Kangeang sekadarnya. Mudah-mudahan bisa membantu,” ujar Suarta menimpali.

Ditemui di sela-sela pembagian sembako, Suarta yang juga Rektor IKIP PGRI Bali ini menuturkan bahwa dari segi harga, bantuan ini tidaklah seberapa. Namun, ini adalah bentuk kepedulian yang didasari rasa tulus ikhlas dari yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan juga koperasi.

Suarta mengatakan, di tengah pandemic ini, warga menerapkan social dan physical distancing. Mereka tidak boleh bekerja dan tinggal di rumah untuk memutus penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, sehingga secara otomatis perekonomian mereka turun.

Dikatakannya, untuk membantu krama meringankan beban dalam pemenuhan sembako, maka yayasan yang berdiri tahun 2005 lalu ini, berinisiatif melakukan donasi sembako. “Masing-masing krama mendapatakan sembako berupa 10 kg beras, satu bungkus minyak goreng, satu dus mie instan, dan dua buah masker. Karena asumsi kami, masker ini untuk pasangan suami isteri sebagai upaya mendukung gerakan Masker untuk Semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengurus Pura Ibu yang juga Kelihan Banjar Tagtag Tengah Wayan Uri Wijaya menyampaikan terima kasih atas bantuan dari pihak yayasan tersebut. “Dampak dari Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap lumpuhnya perekonomian. Khususnya di bidang pariwisata yang lumpuh total. Ini berpengaruh besar bagi warga kami. Mengingat, kebanyakan mereka bekerja di industri pariwisata,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan warganya. Karena sembako inilah yang bisa membuat mereka mampu bertahan selama satu bulan ke depan. Paling tidak, kata dia, warga bisa lebih tenang dengan adanya bantuan sembako ini. “Ini sangat bermanfaat untuk meringankan beban kami,” ujarnya seraya berharap wabah ini cepat berlalu.

Foto: dr. Made Rendra Wisnu Rahasbistara.

Dalam penyerahan sembako ini, juga diisi dengan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran Covid-19. Pihak yayasan menggandeng dokter umum untuk menjelaskan kepada warga, terkait langkah-langkah dalam upaya pencegahan penyebaran virus ini.

“Saya harap warga mengikuti arahan pemerintah, terutama social distancing jaga jarak minimal satu meter. Karena penyebaran virus ini melalui droplex yang keluar saat orang yang positif batuk atau bersin yang kemudian mengenai orang lain, dan masuk melalui selaput lendir mata, mulut, serta hidung. Untuk itu perlu menggunakan kaca mata dan masker,” jelas dr. Made Rendra Wisnu Rahasbistara yang juga merupakan anak dari Made Suarta ini.

Ditambahkannya, warga juga diharapkan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yakni rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, mengkomsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga dan juga menggunakan masker agar terhindar dari virus ini.

“Harus rajin cuci tangan. Karena hanya dengan bersalaman saja, kuman itu bisa diam di tangan. Kemudian tidak sengaja menyentuh hidung, mulut atau mata, maka masuklah kuman itu. Untuk itu, maka harus rajin cuci tangan dan menerapkan PHBS, rajin mandi seusai keluar rumah, serta tidak lupa untuk sering berjemur,” pungkasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.