Wujudkan Jembrana Kota Kreatif, Bupati Tamba Teken MoU dengan ICCN

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN).
51 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Menjadikan Jembrana sebagai salah satu kota kreatif, Bupati I Nengah Tamba menandatangani nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Tb. Fiki Satari, di Griya Bimasakti, Denpasar, Senin (7/6/2021) malam.

Penandatanganan MOU disaksikan langsung Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.  Acara dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus ekonomi kreatif Jembrana, sebagai Ketua Umum Komite Inovasi dan Ekonomi Kreatif, I Gede Ngurah Patriana Krisna, yang juga Wakil Bupati Jembrana.

Tampak juga hadir Kepala BI Kantor Perwakilan Bali Trisno Nugroho, Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali Wayan Mardiana, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jembrana I Wayan Suardika, serta pelaku UKM ekonomi kreatif Kabupaten Jembrana.

Bupati Tamba mengatakan, melalui MOU  akan terbentuk kerja sama saling mendukung dalam rangka pengembangan potensi ekonomi kreatif serta tata kelola ekosistem ekonomi digital. Tujuannya jelas, kata Tamba, untuk mewujudkan Jembrana sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia.

Orang nomor satu di Kabupaten Jembrana ini menambahkan, dalam rangka mendukung ekonomi kreatif tersebut setidaknya terdapat beberapa sektor unggulan daerah. “Selain perkebunan dengan komoditas unggulan kakao, potensi kami juga di perikanan, kelautan, kuliner, serta hasil pertanian lainnya. Ini merupakan potensi unggulan Kabupaten Jembrana,” sambungnya.

Situasi pandemi Covid-19 disadari betul menghadirkan sejumlah tantangan. Kondisi itu, kata Tamba memaksa semua pihak bekerja lebih kreatif, inovatif menciptakan sesuatu. Ia menyebut Jembrana ini punya potensi. “Dari sisi SDM kita memiliki anak-anak muda berbakat. Mereka juga berangkat dari pengalaman kerja di beberapa perusahaan. Karena situasi pandemi, anak-anak kami terpaksa pulang kampung. Namun momentum itu justru melatih mereka jadi tambah kreatif,” ujarnya.

Dia mencontohkan, sudah tumbuh pokdarwis dengan beragam usaha. Pelaku UKM dari kelompok muda juga muncul. “Meski masih perlu digarap lagi, tapi paling tidak sudah ada kegiatan dan menghasilkan. Tinggal bagaimana memaksimalkan, karena pasar itu harus dikejar,” papar Tamba.

Bupati sepakat untuk bisa bertahan di tengah pandemi, digitalisasi adalah jawabannya. Kepada Menkop dan UKM, ia berharap turun langsung ke Jembrana, melihat potensi maupun kekurangan serta bersinergi menghadapi tantangan yang dirasakan pelaku UKM.

“Tantangan kami saat ini kurangnya modal dan terbatasnya pasar. Meski demand (permintaan) banyak, tapi tidak diimbangi dengan suplainya masih kurang. Gagasan kami, melalui penerapan digital marketing ini sehingga jelas pasar yang hendak dituju. Kalau hanya terbatas di lokal Jembrana dan Bali saja, jelas produk yang dihasilkan UMKM kami tidak akan sampai,” beber Tamba.

Sementara itu, Menteri Teten Masduki mengatakan sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, Bali mengalami dampak ekonomi yang sangat besar akibat pandemi Covid-19. Satu cara menghidupkan ekonomi di Bali adalah dengan memaksimalkan potensi UMKM di sektor ekonomi kreatif. “Bali merupakan gudangnya kreativitas yang memiliki akses global. Kewajiban kita untuk membantu perekonomian Pulau Dewata ini untuk bangkit,” tandasnya.

Khusus di Jembrana ia menyebut kakao adalah sektor unggulan. Bahkan dari kunjungannya ke beberapa daerah, kakao terbaik di Indonesia itu kakao Jembrana. Produknya pun sudah dikemas hingga ke buyer dan tidak kalah dengan produk negara-negara Eropa.

Keunggulan lainnya, kakao Jembrana menurutnya lebih fresh karena mengambil langsung dari petani. Hanya saja, kata Teten kelemahan itu pasti masih ada. “Masih sulit menjamin kualitas seluruhnya produk sama karena pengolahannya di tiap tempat pasti beda-beda. Momentum pandemi ini adalah tantangan, jadi harus berbenah,” ucapnya.

Teten berharap daerah harus fokus mengembangkan apa keunggulan domestik agar mampu menjadi lokomotif ekonomi di wilayah itu. “Saya kira kebijakan pengembangan UMKM di Jembrana sudah tepat. Tadi kita sudah bicara soal kebijakan perbaikan ekosistem UMKM, mulai dari kkemudahan perizinan, akses pengembangan kewirausahaan, akses pembiayaaan sampai ke market. Akses dari hulu ke hilir inilah nanti kita sama sama benahi,” jelasnya. man

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.