Wisatawan Australia Bakal Segera ke Bali

Putu Astawa
I Putu Astawa
165 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Pariwisata Bali kembali mendapat ‘angin segar’ setelah resmi ‘open border’ pada 14 Oktober 2021 lalu. Dari informasi yang didapatkan redaksi POS BALI, Pemerintah Australia bakal mencabut larangan bepergian ke luar negeri per tanggal 1 November 2021 mendatang.

Artinya wisatawan asal Negeri Kanguru ini bakal diperbolehkan berwisata ke luar negeri, termasuk ke Pulau Dewata. Mereka bakal segera datang ke Bali, karena selain jarak yang relatif dekat, Bali ini juga dianggap sebagai rumah kedua bagi mereka.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan, pascakebijakan ‘open border’ memang beberapa wisatawan mancanegara menyatakan keinginannya untuk berkunjung ke Bali. “Kalau wisatawan Australia, dari sinyal yang saya dapat memang ada keinginan untuk datang ke Bali,” ujar Astawa di Denpasar, Jumat (22/10/2021).

Kendati demikian, pihaknya belum berani memastikan terkait kapan wisman asal dari negeri kanguru itu diperbolehkan masuk ke Bali. Pasalnya, Pemerintah Australia sejauh ini masih melarang warganya untuk berkunjung ke luar negeri.  “Rencananya Selasa (26/10/2021) depan kami akan bertemu dengan Konjen Australia untuk menyampaikan kesiapan Bali dalam menyambut wisatawan di era kenormalan baru ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kamis (21/10/2021) Konsul Jenderal Australia di Bali, Anthea Griffin, melayangkan surat kepada Kadis Pariwisata Bali I Putu Astawa. Dalam surat tersebut Anthea Griffin menyampaikan kepada Kadis Pariwisata bahwa mulai 1 November 2021, Pemerintah New South Wales mengumumkan bahwa warga Australia yang sudah divaksin lengkap akan dapat terbang ke Sydney dan ke luar negeri tanpa perlu dikarantina.

“Dengan pembatasan yang dilonggarkan ini, kami berharap dapat segera melihat wisatawan Australia pertama kembali ke Bali dan memperdalam hubungan Australia-Bali yang sudah terjalin lama. Ini adalah bagian penting dari hubungan bilateral kita dan fokus kami di di Konsulat Jenderal,” demikian antara lain bunyi surat yang diteken Anthea Griffin.

Sementara itu, tokoh masyarakat asal Jembrana Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa menyambut baik ‘open border’ internasional di Bandara Ngurah Rai. Menurutnya, momentum itu menjadi tonggak kebangkitan pariwisata Bali, setelah lebih dari 1,5 tahun dilanda pandemi Covid-19. Tepatnya pada medio Maret 2020.

Dia menjelaskan, sebagai destinasi dunia, perekonomian Bali sangat tergantung dari kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional. Untuk itu, pihaknya berharap kebijakan karantina lima bisa dilonggarkan. “Memang keselamatan dan kesehatan masyarakat Bali jadi prioritas dalam ‘open border’ ini. Namun, juga harus dilihat dari berapa lama turis itu tinggal di Bali. Jika hanya seminggu, berarti hanya dua hari mereka dapat menikmati keindahan Bali,” ujarnya.

Dia berharap, kebijakan karantina selama lima hari agar dipersingkat menjadi dua atau tiga hari saja. Kemudian setelah hasil tes negatif, maka dipersilakan melanjutkan liburan ke objek wisata yang telah mendapatkan sertifikat CHSE. “Wisatawan yang datang ke Bali itu telah melakukan berbagai persiapan. Seperti vakisnasi dan juga mengikuti tes bebas Covid-19. Jika tidak, mereka akan terskrining dan tidak akan bisa membeli tiket,” tandasnya. 019/002

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.