Wisatawan Asing Melirik Perawatan Kesehatan di RSBM

Direktur RSBM dengan Mrs Bronwyn yang mengantar cucunya operasi kaki di RSBM
Direktur RSBM dengan Mrs Bronwyn yang mengantar cucunya operasi kaki di RSBM
346 Melihat

“Pelayanan Bagus, Cepat  dan Tenaga Medis Profesional”

Harga kaki lima. rasa bintang lima strategi pemasaran ini lebih cocok dengan produk yang berhubungan makanan. Tapi ada juga pilihan, biar mahal yang penting kualitas pelayanan terjamin dan memuaskan.  Ini erat kaitan dengan pelayanan jasa

Rumah Sakit daerah milik Provinsi Bali  yang lebih populer dengan Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) sangat menjaga soal kualitas pelayanan, kenyamanan, keteduhan dan kebersihan bagi pasien maupun pengunjung yang datang ke rumah sakit berlokasi di kawasan wisata Sanur. Termasuk juga alat-alat medis yang termodern, dan ditopang dengan tenaga medis muda dan profesional.

Kendati usianya baru setahun lebih, getaran pelayanannya sudah menggema kemana-mana. Sehingga tak heran setiap hari selalu saja ada ada pasien orang asing mempercayakan perawatan dan kesembuhannya di RSBM.   Bagi Bronwyn Feeney (63) turis asal Australia ini lebih mempercayakan cucunya  Gianni Sewi (12) dilakukan tindakan operasi pada kedua kakiknya, pasca jatuh saat mengikuti Kejuaraan Nasional Motocross di Tabanan, pada Februari 2019 lalu.

Bagi Bronwyn Feeney the price is not exspensive, (harga tidak mahal) tapi mutu pelayanan dan peralatan medis sangat bagus sehingga saya mempercayakan cucunya untuk dilakukan operasi di rumah sakit ini.  “Walaupun tidak mahal, tapi pelayanannya sangat bagus, cepat, efisein, dan profesioanal. Di mana hasil dari operasi kemarin, saat ini cucu saya sudah bisa berjalan dengan normal,” kata kepada POS BALI saat melakukan control cucunya di RSBM, belum lama ini (29/5).

Kendati harga murah, bukan berarti pelayanan yang diberikan RSBM juga murahan ataupun asal-asalan. Akan tetapi, seluruh staf yang bertugas di rumah sakit ini, kebanyakan tenaga, perawat, dokter yang masih muda, melayani pasien sangat professional.

Menurutnya, pelayanan maupun fasilitas yang dimiliki rumah sakit ini, hampir sama dengan rumah sakit di negeri asalnya. “Dari segi kebersihan, rumah sakit ini sangat bagus. Begitu juga dengan petugas yang berada di kantor depan/lobby, maupun para perawat, dan juga dokter. Mereka sangat ramah dan fasih berbahasa inggris,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSBM, dr. Bagus Darmayasa membenarkan banyak wisatawan asing yang berobat di rumah sakit milik pemprov ini. Dari catatannya, tahun 2018 kemarin, tercatat pasien Warga Negara Asing  (WNA) berjumlah 2.900san pasien. “Kebanyakan dari Australia yang datang berobat. Bahkan, ada juga dari negara-negara Eropa hingga Afrika,” ujarnya.

Ia menambahkan, rata-rata keluhan pasien yang kebetulan berlibur ke Bali ini adalah tropical disease atau penyakit iklim tropis, seperti pilek dan batuk akibat angin pantai. “Ada juga pasien asing yang datang ke sini karena kecelakaan,” tambahnya. alt/pol. Selengkapnya baca POS BALI edisi, Selasa (11 Juni) halaman 8 dan 9

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.