Webinar Nasional, Ciptakan Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat Indonesia

Narasumber dan peserta Webinat Nasional yang digelar Universitas Dhyana Pura sinergi dengan Universitas Pendidikan Nasional
Narasumber dan peserta Webinat Nasional yang digelar Universitas Dhyana Pura sinergi dengan Universitas Pendidikan Nasional
3,855 Melihat

 

DENPASAR, POS BALI Univeristas Dhyana Pura Bali bersama Univeristas Pendidikan Nasioanal menggelar Webinar Nasional Rabu, (19/8/2020).

Tema yang diangkat “Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat Strategi Percepatan pembangunan Ekonomi Nasional.”

Tampil sebagai keynote speaker webinar, Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana. Dalam makalahnya Prof Raka Suardana memaparkan di tengah pandemi Covid 19, model emberdayaan masyarakat lokal, sebagai strategi percepatan ekonomi Nasioal tema yang pas untuk didiskusikan.

“Usaha kecil menengah memiliki peran yang penting dalam meningkatkan Pendapatan daerah dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan nasional. Faktor yang penting adalah bagaimana strategi pemasaran UMKM dan menggunakan ICT dalam memasarkan produk tersebut,”kata Raka Suardana.

Pembicara lain yakni Dr. A.A.A. Ngurah Tini Gorda SH., MM., MH, Kepala Pusat Studi Undiknas. KH.Lutfi Hakim, MA Imam Besar FBR. Ibrahim S.H., Ketua Koperasi JTS. Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi SE.,M.A penerima hibah Kementrian Ristek dikti /Brin.
Dan Dr. Agus Mursidi, M.Pd, dekan UNIBA Banyuwangi.

Tini Gorda dalam pemaparannya mengatakan peran koperasi sangat penting dan membantu anggota di tengah pandemi Covid-19. Asalkan pengurus dan pengelola bekerja profesional dalam mengelola koperasi. “Pengurus dan pengelola Koperasi mesti membantu anggota koperasi.Disamping ada iuran wajib dan iuran sukarela. Disinilah peran koperasi membantu anggota agar bisa berkreasi dan inovatif di tengah pandemi Covid-19,” kata Tini Gorda

Sementara KH Luhtfi Hakim Ketua Forum Betawi Rempug (FBR) mengatakan, Koperasi Jakarta Tentram Sejahtera (JTS) dalam perannya sangat membantu anggota koperasi dengan efektif, tepat sasaran dan tidak membebani masyarakat. “Artinya memberikan solusi tanpa masalah melalui Gotong royong. Di dalam kerempugan itu ada tingkatan yaitu Pimpinan pusat, dibawah nya ada Korwil, dan paling bawah adalah Gardu,” katanya.

Wayan Ruspendi Junaedi, dalam makalahnya mengatakan, Kementerian Ristek Dikti / BRIN yang telah mendanai hibah penelitian terapan dengan tema yang diusung diatas. “Kemampuan berdaya mempunyai arti yang sama dengan kemandirian masyarakat. Terkait dengan program pembangunan, tujuan yang ingin dicapai adalah membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri,” kata Wayan Ruspendi.

Ia menambahkan, sebagai contoh, Koperasi JTS yang dimiliki Forum Betawi Rempug Jakarta, Pengusaha Perry Tristianto yang memiliki Floating Market, Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPSBU), PSU-Undiknas, Koperasi Perempuan Ramah Keluarga di Bali, CU Betang Asi, Palangkaraya dan LPD di Bali.

Agus Mursidi justru melihat belum ada peran yang begitu nampak koperasi di Banyuwangi. “Di Banyuwangi peran koperasi belum Nampak. Perlu ada pelatihan-pelatihan kepada UMKM di masyarakat. Peran akademisi itu penting untuk membentuk Inkubator bisnis dan UMKM dengan pemilik modal dalam bentuk koperasi atau perbankan,” kata Agus Mursidi.

Peserta webinar berasal dari berbagai daerah, Sabang sampai Merauke. poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.