Waspada, Wayan Purwayasa Penipu Licik

Identitas diri alias KTP Wayan Purwayasa yang selalu berpindah pindah wilayah
Identitas diri alias KTP Wayan Purwayasa yang selalu berpindah pindah wilayah
1,926 Melihat

Para Korban Mulai “Bernyanyi”

DENPASAR, POS BALI – Setelah jurnalis senior, Piter Sahertian membeberkan sindikat penipu I Wayan Purwayasa saat mendatangi redaksi POS BALI (8/7) lalu dan menyerahkan sejumlah nama korban yang ditipu, kini para korban mulai “bernyanyi” alias membeberkan modus penipuan yang dilakukan Wayan Puwayasa asal Desa Kekeran, Mengwi, Badung.

Wayan Bagita, pensiunan PNS Balai Karantina tahun 2010 membeberkan aksi tipu-tipu yang dilakukan Purwayasa. Ia menceritakan, kalau dirinya ditipu kurang lebih Rp3 miliar  “Waktu itu, saat memberi uang memang ada perjanjian dibawah tangan dengan Wayan Purwayasa. Dan perjanjian itu sampai sekarang masih saya simpan. Beberapa kali saya berikan uang, tanpa pernah berpikir dia menipu. Karena dia selalu membawa rekening dan sertifikat deposito yang nilainya triliunan. Dan saya percaya sehingga memberi uang secara bertahap. Belakangan baru saya sadar kalau ditipu,” kata Wayan Bagita pasrah dan menyerahkan kepada aparat terkait untuk mengusut kasus penipuan yang telah merugikan ratusan orang.

Berbeda Wayan Bagita. Korban lain, yakni Piet Puryatma mengaku, dirinya membantu Wayan Purwayasa yang terlilit utang. “Awalnya niat saya bantu dia, karena terlilit utang. Jadi saat diminta berapa saja saya kasih, karena niat saya memang membantu bahkan sampi ratusan juta. Bukannya mau menyombongkan diri. Tapi lama kelamaan baru sadar, kalau saya sudah keluarkan uang banyhak sekali untuk dia. Setelah itu saya stop, walaupun dia sering ke kantor. Dan saya anggap itu berlalu, untuk apa dipikirkan lagi.  Tambah bikin pusing. Apalagi mesti berurusan dengan banyak orang. Saya iklaskan saja dan tak mau repot lagi soal itu,” kata Piet Puryatma saat dihubungi, Rabu (10/7) lalu. Dari dokumen yang dimiliki POS BALI, Piet Puryatma yang notaris ini ditipu Wayan Purwayasa senilai Rp8 miliar

Tukang Tipu yang licik, dan korbanya ratusan orang

Menurut Pieter Sahertian, belasan tahun I Wayan Purwayasa memimpin sindikat penipuan. Caranya memperdaya korban selalu didesain dengan baik. “Paling tidak ada tiga orang yang  selalu mendampingi, yaitu Heru alias Iskandar, Hari Raharjo alias Raharjo Darusalam  dan Sony Parsono, ketiga orang ini punya tugas masing – masing. Heru alias Iskandar  bertugas  menyiapkan dokumen perbankan, Hari Raharjo alias Raharjo Darusalam  bertugas meyakinkan calon korban bahwa pengurusan dana ini dibantu oleh pejabat negara  dengan menyebut beberapa orang pejabat sektor keuangan, sedangkan Sony Parsono menjelaskan dia tau persis dana milik Wayan Purwayasa,” tulis Pieter  Sahertian  jurnalis senior dalam pesan singkat yang diterima POS BALI tadi malam (15/7). 

Calon korban selalu dijaga agar tak bisa berkomunikasi dengan korban lama, jika ada  korban lama yang dapat berkomunikasi  dengan calon korban, maka Purwaysan cs  menjelaskan kepada calon karban bahwa orang – orang itu yang selama ini selalu menggagalkan  usaha mereka, ada juga korban lama yang ikut adalah mereka yang dapat menutupi sepak terjang  Wayan Purwayasa cs atau yang selama ini menikmati hasil kejahatan Purwasayasa.

Selain strategi diatas,  Purwayasa dalam janji realisasi pembayan tak pernah lebih dari sebulan dan yang paling sering adalah seminggu  agar orang terus berharap dan enggan melapor karena mereka berpikir apabila melapor mereka akan rugi. “Jika terdesak dengan waktu yang dijanjikan maka,  Wayan Purwayasa minta rumah sakit untuk opname walau tidak sakit atau semua nomor handphone mati, ada juga modus menakuti korban dengan foto bersama aparat,”tulis mantan Pemimpin Umum salah satu surat kabar terkemuka di Nusa Tenggara Timur 003

1 Trackback / Pingback

  1. Waspada Penipuan!!! Jurnalis Senior Terjebak Investasi Bodong yang Mencatut Nama Pejabat - lintasnusanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.