Waspada! Update Covid-19, Pasien Positif Bertambah, Meninggal  jadi 399 Orang

Penanganan pasien Covid -19 di salah satu rumah sakit di Denpasar
Penanganan pasien Covid -19 di salah satu rumah sakit di Denpasar
350 Melihat

DENPASAR, POS BALI
Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Provinsi Bali untuk menekan angka pertumbuhan kasus pasien positif covid-19, tampaknya belum mebuahkan hasil maksimal.

Penerapan protokol kesehatan, cenderung tidak ditaati dengan baik sehingga pasien positif terus bertambah dengan rata-rata angka diatas 70-an pasien positif.

Sementara jumlah pasien meninggal pun terus bertambah secara akumulatif. Itu terlihat dari data yang dirilis Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali pada Sabtu, 7 November.

Data tersebut mencatatkan angka kematian akibat covid-19 sudah mencapai 399 orang.  Pada Sabtu, 7 November Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan data pasien positif terpapar Covid-19 adalah 68 orang, sehingga secara akumulatif menjadi 12.181 orang yang terdiri dari 12.151 WNI & 30 WNA.

Sementara pasien sembuh sebanyak 50 orang, sehingga menjadi 11.157 orang, yaitu 11.131 WNI dan 26 WNA. Pasien Meninggal tercatat nihil, sehingga tetap pada angka sebelumnya yakni 399 Orang yang terdiri dari 396 WNI dan 3 WNA).

Pasien yang masih dalam perawatan hingga Sabtu, & November 2020 adalah sebanyak 625 Orang seluruhnya WNI.

Sementara dari Kota Denpasar juga dilaporkan penambahan pasien positif dengan angka yang cukup signifikan.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar masih menemukan adanya penambahan kasus sembuh dan kasus positif Covid-19. Pada Sabtu, 7 Nopember 2020, tercatat penambahan kasus sembuh sebanyak 13 orang dan kasus positif diketahui bertambah 15 orang yang tersebar di 10 wilayah desa/kelurahan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, menjelaskan kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih terus mengalami pergerakan.

GTPP memberikan perhatian serius bagi wilayah yang kasusnya tidak terkendali. Seperti halnya hari ini di Desa Pemecutan Kelod yang mengalami penambahan kasus sebanyak 4 orang. “Update Covid-19 Kota Denpasar berdasarkan Data GTPP Covid-19 Kota Denpasar, per Sabtu 7 Nopember 2020 Desa Pemecutan Kelod mencatatkan penambahan kasus positif tertinggi dengan 4 kasus baru. Disusul Desa Dauh Puri Kelod dan Desa Pemogan yang mencatatkan penambahan kasus positif baru sebanyak 2 orang,” katanya.

Sementara itu, sebanyak 7 Desa/Kelurahan mencatatkan penambahan kasus positif masing-masing sebanyak 1 orang. Sedangkan 33 desa/kelurahan tercatat nihil penambahan kasus baru.

Lebih lanjut, Dewa Rai mengatakan untuk Desa Pemecutan Kelod, GTPP telah berkoordinasi memaksimalkan pencegahan penularan, sehingga penyebaran kasus dapat dikendalikan. Serta beragam upaya  terus dilaksanakan guna mendukung pencegahan penularan.

Dengan demikian  bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius GTPP Covid-19 Kota Denpasar.

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau dor to dor, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

Secara kumulatif  perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar menunjukan angka sebagai berikut;  kasus positif tercatat sebanyak 3.349 kasus, jumlah pasien sembuh mencapai 3.125 orang  (93,31 persen), meninggal dunia sebanyak 78 orang (2,33 persen), dan yang masih dalam perawatan sebanyak  146 orang (4,36 persen).
“Mari bersama selalu waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah. Mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih  mendominasi. Hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi, disamping juga ada klaster upacara keagamaan dan klaster perkantoran,” ujarnya.

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengungkapkan bahwa GTPP terus memberikan imbauan bagi masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan diharapkan lebih disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan.
“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas. Selain itu, mari bersama terapkan 3 M atau menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan serta menghindari 3 R yakni ramai-ramai, rumpi-rumpi dan ruangan sempit,” paparnya.pol

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.