WASPADA! Kasus Positif Naik Signifikan,  Lapangan Renon Dipasang Garis Pembatas, Satgas:  Jangan Kendor 3M  

PINTU masuk utara Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, tampak telah dipasang garis pembatas oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali.
PINTU masuk utara Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, tampak telah dipasang garis pembatas oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali.
397 Melihat

 

DENPASAR, POS BALI – Bali menjadi provinsi yang paling terdampak akibat mewabahnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pasalnya, mayoritas masyarakat Bali mengantungkan mata pencahariannya dari industri pariwisata. Bahkan sektor lainnya pun terkena imbas, karena saling keterkaitan. Sayangnya, hingga kini perkembangan virus dengan kasus pertamakalinya ditemukan di Wuhan, China ini belum juga reda. Bahkan cenderung meningkat menjelang pergantian tahun 2020 ke tahun 2021.

Seperti halnya perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali per Selasa (30/12) kemarin, Satuan Gugus Tugas Nasional mencatat kembali terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 157 orang, sehingga kumulatif menjadi 17.566 orang. Sedangkan kabar baiknya, pasien sembuh juga mengalami penambahan sebanyak 107 pasien, sehingga kumulatif 16.041 orang. Namun kabar dukanya, pasien meninggal bertambah sembilan orang, sehingga kumulatif menjadi 519 orang yang terdiri dari 516 Warga Negara Indonesia (WNI), dan tiga Warga Negara Asing (WNA). Kasus aktif atau dalam perawatan, sebanyak 1.006 WNI.

Melalui rilis yang diterima Redaksi POS BALI, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, pengendalian dan pencegahan virus ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan kapanpun dan di manapun berada.

“Ingat pesan ibu terapkan 3M, yakni memakai masker di manapun, terutama saat berada di tengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara, red) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain. Tetaplah waspada dan patuh menjalankan protokol kesehatan di manapun kita berada. Covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita,” tandasnya.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali tampak memasang garis pembatas di pintu-pintu masuk kawasan lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar. “Dalam rangka menjaga Bali tertib aturan sesuai SE No 2021, areal-areal publik, club malam, dan beberapa objek wisata yang sekiranya menjadi potensi kerumanan pada saat malam pergantian tahun, kami tutup sementara sampai batas waktu yang ditentukan,” ungkap Kasat Pol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharamadi melalui voice note WhatsApp.

Menurutnya, langkah itu sebagai upaya untuk mencegah agar malam pergantian tahun tidak menjadi klaster baru. “Tidak boleh ada pesta kembang api, party sesuai SE. Jadi kami harap masyarakat mematuhi aturan demi menjaga Bali dan menekan terjadinya penyebaran Covid-19 khususnya di Nataru yang banyak memperkirakan banyak terjadi klaster baru,” lanjutnya

Pihaknya pun tak menampik, pesta saat malam pergantian tahun sudah menjadi tradisi sehingga sulit dihilangkan. Kendatipun demikian, pihaknya berharap adanya Covid-19 ini mengharuskan masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku agar terhindar dari paparan virus ini. “Mau tidak mau, suka tidak suka, dalam rangka mencegah penyebaran demi mewujudkan masyarakat yang sehat sudah tentu harus patuh dengan protokol kesehatan,” tandasnya.

Dia menambahkan, untuk itu implementasi SE ini di lapangan maka akan melibatkan unsur TNI, Polri, desa adat, dan juga Satpol PP dalam pengawasannya. “Untuk itu, saya harap peran masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungannya jangan sampai terjadi kerumunan. Karena mencegah virus ini adalah tanggungjawab bersama, mengingat jumlah petugas yang sangat terbatas, sehingga diperlukan partisipasi masyarakat,”ujarnya

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster pun mengeluarkan kebijakan Surat Edaran Gubernur Bali No. 2021 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Bali, tertanggal 15 Desember 2020. Di mana dalam SE ini, diantaranya melarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya di dalam maupun di luar ruangan, menggunakan petasan, kembang api dan sejenisnya, dan juga mabuk minuman keras (miras).  “Harus dilaksanakan dengan tertib supaya tidak ada klaster baru. Saya minta semua pelaku usaha destinasi wisata melaksanakan Surat Edaran Gubernur Bali 2021 dengan tertib dan disiplin,” tegas Koster seusai menjadi inspektur upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Agung 2020 dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Lapangan Iptu Soetardjo Satbrimob Polda Bali, Denpasar, Senin (21/12) lalu. alt/pol

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.