Warga Tolak Krematorium di Tuka, Empat Jenazah Batal Dikremasi

Pemasangan spanduk bernada penolakan oleh warga sekitar terkait keberadaan Krematorium Maha Dharma Yasa di Banjar Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung, Sabtu (11/7).
540 Melihat

MANGUPURA, posbali.co.id – Warga yang berada di lingkungan Krematorium Maha Dharma Yasa, Banjar Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara menolak adanya kremasi jenazah di tempat tersebut. Penolakan dilakukan dengan memblokir akses menuju lokasi dan memasang spanduk bernada penolakan. Empat jenazah yang sedianya dikremasi pada Minggu (12/7) pun batal dan beralih ke lokasi kremasi lainnya.

Mediasi antara Bendesa Adat Tuka I Made Widiatmika selaku pengelola krematorium dengan puluhan warga yang menolak keberadaan krematorium, berlangsung dari Sabtu (11/7) pukul 23.55 Wita hingga Minggu (12/7) dini hari pukul 01.00 Wita di Balai Banjar Desa Adat Tuka. “Bendesa Adat menegaskan tanggal 12 Juli 2020 sudah dapat dipastikan di Krematorium Maha Dharma Yasa Tuka membatalkan pelaksanaan kremasi 4 jenazah,” ungkap Camat Kuta Utara, I Putu Eka Permana.

Kremasi dialihkan ke krematorium di Kabupaten Tabanan. Namun demikian warga yang menolak keberadaan crematorium tersebut, menolak menurunkan spanduk yang telah mereka pasang sebelumnya, sampai ada kejelasan perizinan.

Sebelumnya puluhan warga Tuka, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (11/7) sekitar pukul 18.00 melakukan aksi penutupan akses ke Krematorium Maha Dharma Yasa. Warga juga memasang sejumlah spanduk yang intinya menolak keberadaan krematorium tersebut.

Aksi warga ini dipicu dari rencana pihak pengelola krematorium melakukan kremasi 4 layon/jenazah yang akan dilaksanakan pada Minggu (12/7). Aksi warga dimulai dengan pemasangan spanduk di perempatan Banjar Tuka bertuliskan “Kami Menolak: Wilayah Kami Menjadi Lokasi Krematorium, Wilayah Kami Dikirimi Jenazah Dari Luar”.

Warga kemudian menutup akses jalan menuju krematorium dan kembali memasang spanduk. Bahkan menutup akses jalan menggunakan bambu. Pemasangan spanduk berlanjut di sebelah pintu masuk Pura Dalem Cacaran. Di sini warga sempat bersitegang lantaran ada pihak yang setuju dengan krematorium sempat mempertanyakan aksi warga tersebut.

Warga sebenarnya sudah melayangkan surat keberatan terkait rencana kremasi yang akan dilakukan. Surat keberatan yang intinya menilai pihak pengelola krematorium tidak mengindahkan hasil pertemuan-pertemuan yang difasilitasi pemerintah. Hasil pertemuan tersebut, krematorium ini untuk sementara ditutup karena tidak memiliki izin usaha dan menimbulkan keresahan masyarakat. 020

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.