Warga Tak Ingin Rusuh Lagi, Jeritan Pedagang, “Jejeh Pisan Care Nak Perang”

ANGGOTA kompi Dalmas Polres Badung dicek kesehatannya melalui tes cepat, Jumat (9/10/2020).
ANGGOTA kompi Dalmas Polres Badung dicek kesehatannya melalui tes cepat, Jumat (9/10/2020).
469 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Situasi depan kampus Unud di Jalan PB Sudirman dan kawasan DPRD Bali di Renon, Jumat (9/10) sudah terpantau kondusif usai sebelumnya terjadi unjuk rasa tolak Omnibus law UU Cipta Kerja yang dilakukan aliansi “Bali Tidak Diam”. Aktivitas masyarakat pun sudah berjalan normal.

Sejumlah petugas kebersihan membersihkan sisa-sisa sampah pascaksi unjuk rasa tolak Omnibus Law yang berlangsung Kamis (8/10) sejak siang hingga malam hari. Aksi demonstrasi mereda dan selesai sekitar pukul 20.00 Wita.

Sementara itu, aksi vandalisme atau corat-coret di aspal di Jl. PB Sudirman depan kampus Unud dan SMP Santo Yoseph masih membekas. Sesekali pengendara yang melintas membaca tulisan di aspal “hidup rakyat tolak omnibus law”.

Salah seorang pedagang yang mangkal di depan kampus Unud tepatnya di lahan parkir warga Unud, Putu Suryani (60), mengaku jejeh (takut) dengan aksi massa yang sempat bentrok dengan aparat. Ia sendiri diminta masuk ke dalam rumah oleh polisi. Dia menjelaskan,  pada Kamis malam aroma gas air mata sangat menyengat. ‘’Mata tiang (saya) sampai perih. Jejeh pisan care nak perang (takut sekali seperti perang),’’ tuturnya, Jumat kemarin.

Ibu asal Karangasem itu sangat menyayangkan aksi anarkistis itu terjadi. Menurut dia, seorang mahasiswa tak patut melakukan aksi seperti itu, melawan aparat. “Tapi tiang (saya) tahu, yang bikin rusuh itu bukan mahasiswa, tapi orang lain yang ikut unjuk rasa itu. Semoga tidak ada lagi,’’ ungkap dia.

Sementara itu, dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona, seluruh anggota kompi Dalmas Polres Badung dicek kesehatannya melalui tes cepat (rapid test) yang sudah disiapkan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Satsabhara Polres Badung Jalan Kebo Iwa No 1, Mengwi, Badung, Jumat (9/10) pagi usai apel siaga.

Kasat Sabhara Polres Badung, Iptu Ketut Suandi, mengatakan, tes cepat dilaksanakan pasca-backup pengamanan unjuk rasa menolak Omnibus law UU Cipta Kerja di wilayah hukum Polresta Denpasar. ‘’Kita tidak ingin ada anggota yang sampai terpapar akibat unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa yang tidak puas atas disahkannya UU Cipta Kerja oleh pemerintah,’’ ucap Suandi usai tes cepat.

Sementara, Paurkes Bagsumda Penda Tk I, dr. N Diartha Budi Legawa, usai tes cepat belum bisa menyampaikan hasilnya. ‘’Ya kita belum bisa mengetahui hasilnya mudah-mudahan saja ke 79 anggota yang di rapid semuanya nonriaktif,’’ ujarnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja yang dilakukan aliansi “Bali Tidak Diam” berlangsung di gedung DPRD Bali, Kamis (8/10). Massa dengan jumlah seribuan orang itu sempat bentrok dengan aparat.

Sebelumnya massa melempari mobil polisi dengan botol air mineral.  Massa awalnya berkumpul di depan Kampus Unud Jalan PB Sudirman, Denpasar. Massa lalu berjalan kaki menuju gedung DPRD Bali sambil terus berorasi. Aksi ini dijaga ketat aparat kepolisian.

Massa menggeruduk kantor DPRD Bali. Massa melempari rombongan mobil polisi dengan botol air mineral dan memblokade jalan. Selain itu, di depan kantor DPRD Bali terjadi lagi aksi lempar-lemparan. Polisi menembakkan gas air mata. tra/pol/rls

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.