Warga Mawang Kaja Tata “Telajakan” Secara Swadaya

Penataan telajakan di Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar.
524 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Warga Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar menata taman di telajakan depan rumahnya. Penataan itu dilakukan secara swadaya sepanjang jalan Tempek Kangin dan Kauh oleh warga setempat untuk mengubah lingkungan yang sebelumnya kumuh. Hal itu diungkapkan penggerak dalam kegiatan itu, Made Suarjana, Minggu (3/1/2021).

Suarjana menjelaskan, penataan lingkungan berawal dari dampak pandemi Covid-19. Sampai saat ini penataan tersebut baru selesai dikerjakan sepanjang 200 meter. “Penataan ini dilakukan sejak Oktober 2020 lalu, dari gang yang ada di Tempek Kangin. Sekarang sudah mulai ke Tempek Kawan dengan panjangnya baru kurang lebih 200 meter,” jelasnya.

Warga yang terlibat dalam penataan itu berawal dari iseng-iseng, lantaran banyak warga yang dirumahkan dampak pandemi untuk mengisi hari maka timbul inisiatif menata lingkungan. Selain krama, sekaa teruna juga sangat antusias dalam membantu penataan kebun tersebut. “Semua krama ikut, terutama yang memiliki halaman di depan rumahnya yang dilakukan secara swadaya dan tidak ada paksaan,” ujarnya.

Tanaman hias yang ditanam sepanjang jalan itu lebih banyak dicari pada tegalan warga untuk meminimalisasi biaya. Hanya saja penataan lampu hias pihaknya membeli lengkap dengan lampunya seharga Rp50 ribu. Dari penataan itu juga diharapkan dapat menyadarkan masyarakat lainnya untuk menjaga lingkungan.

Sekaa teruna yang mencari tanaman hias. Fokusnya seroja sebab paling mudah dicari agar tidak mengeluarkan dana. Harapan penataan ini agar berjalan untuk kebersihan lingkungan ke depannya. Karena sebelum ditata semrawut dan kurang rapi,” jelas Suarjana.

Dia menambahkan, penataan itu dilakukan guna menumbuhkan rasa malu. Malu tidak menyapu depan rumah, dan supaya warga memiliki rasa kebersamaan, agar di setiap telajakan bersih. “Ini juga untuk menumbuhkan pola hidup bersih.  Ditambah lagi lingkungan diseragamkan agar kelihatan lebih bagus, dan rapi,” imbuhnya.

Suarjana mengungkapkan, penataan itu agar berbagai pihak ikut mendukungnya. Meski tidak memberikan sesuatu secara materiil, cukup ikut menjaga dan memelihara tanaman yang sudah hidup saja sudah lebih dari cukup. “Kami tidak ada target, hanya jalan saja. Semoga terus berjalan seperti ini untuk menata lingkungan,” pungkasnya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.