Warga Keramas Tukar Sampah dengan Beras

Foto: Warga Keramas menukarkan sampah mereka dengan beras
345 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Kader kebersihan dalam Komunitas Keramas Kedas, Desa Keramas, Blahbatuh, Gianyar, mengadakan kegiatan penukaran sampah dengan beras, Minggu (27/12). Penukaran dilaksanakan di tiga banjar yakni Banjar Lebah, Delod Peken, dan Biya

Keramas Kedas menerima penukaran sekitar 1,7 ton sampah anorganik. Sampah ditukar 216 nasabah bank sampah desa setempat dengan 260 kg beras.  Kegiatan tersebut dipantau Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra; Kepala Desa Keramas, I Gusti Putu Sarjana, dan seluruh kader Komunitas Keramas Kedas.

Pantauan di tiga banjar itu, warga yang menukar sampah mulai dari usia anak-anak, remaja, hingga orang tua. Warga sangat antusias, karena penukaran ini sangat ditunggu-tunggu. Kebanyakan warga yang rajin mengumpulkan sampah plastik kewalahan tempat untuk menampung sampahnya.

Ketua Komunitas Keramas Kedas, I Gusti Ayu Ketut Widiasih, mengatakan, penukaran sampah anorganik dengan beras ini menyusul adanya donatur beras. Donasi dari komunitas peduli lingkungan, DLH Gianyar, dan lain-lainnya. Bank Sampah Keramas Kedas, sebutnya, sejak diluncurkan pada 28 Agustus 2020 sampai 27 Desember 2020 mengumpulkan sampah anorganik bernilai Rp 7,864 juta.

‘’Sebelum ini, kami di Bank Sampah hanya menerima penukaran sampah anorgnaik ini dengan uang, lanjut ditabung di bank sampah,’’ jelas aktivis Komunitas Peduli Lingkungan Toltol asal Banjar Lebah, Desa Keramas tersebut.

Kujus Pawitra menambahkan, dia sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat di Desa Keramas dalam mengumpulkan sampah. Menurutnya, model penukaran sampah dengan beras ini sangat baik, karena ada bank sampah di Keramas. ‘Dengan ada bank sampah, jika tak ada donasi beras, maka bank sampah yang membeli sampah ini,’’ jelasnya.

Kujus menilai masyarakat makin sadar bahwa penukaran sampah bukan tujuan utama, apalagi hanya untuk mendapatkan uang atau beras. Jauh dari itu, cetusnya, masyarakat makin sadar tentang lingkungan sehat dan bersih.

“Terpenting ada sinergi antara semangat masyarakat dengan pemerintah dan pihak swasta yang peduli lingkungan,’’ jelas Sekretaris DPRD Gianyar ini.

Menurut I Gusti Putu Sarjana, Pemerintah Desa Keramas kini menerbitkan Perdes Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pengeloalan Sampah Berbasis Sumber. Perdes ini akan diujiterapkan mulai Januari 2021, dan diterapkan mulai Maret 2021.

Perdes antara lain mengatur tentang pengelolaan beretribusi, antara lain Rp 20.000 per bulan/KK untuk sampah rumah tangga, sampah pedagang Rp 2.000/bulan, rumah ada warung Rp 40.000/bulan. Sampah perusahaan/hotel antara Rp 3 juta – Rp 6 juta, sesuai volume sampah. ‘’Pengelolaan retribusi ini kami akan sinergikan antara BUMDes dan kader kebersihan,’’ urainya.

Ditambahkannya, tahun 2021 Desa Keramas akan membangun TPS 3R dengan anggaran bantuan investor bernilai Rp 1,8 miliar. APBDes Keramas Tahun 2021 menganggarkan Rp 300 juta untuk operasional pengelolaan sampah. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.