Warga ke Puri Anyar, Tukarkan Sampah Plastik dengan Beras

Sampah plastik yang dikumpulkan warga, kemudian ditukarkan dengan beras, di Puri Anyar, Kerambitan, Tabanan, Minggu (28/2/2021).
71 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Kelompok masyarakat di Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, Tabanan melakukan edukasi dalam aksi sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat pengumpul sampah plastik. Sampah plastik yang dikumpulkan warga ditukarkan dengan beras.

Seperti yang dilaksanakan di Puri Anyar, Kerambitan, Minggu (28/2/2021), sejumlah warga berbondong-bondong datang ke lokasi tersebut. Mereka antusias membawa aneka sampah plastik untuk ditukarkan dengan beras yang disiapkan panitia. Untuk sampah plastik seberat empat kilogram bisa ditukar dengan beras satu kilogram. Botol-botol seberat lima kilogram bisa ditukar dengan satu kilogram beras. Kardus seberat tujuh kilogram juga bisa ditukar dengan satu kilogram beras.

“Banyak jenis barang bekas yang bisa ditukarkan dengan beras dalam kegiatan ini, seperti kertas, kardis, buku-buku bekas, dan besi atau metal,” ujar salah seorang panitia.

Penggagas kegiatan dari Plastic Exchange, I Made Janur Yasa, menyebut masyarakat yang hadir ke Puri Anyar dalam pengumpulan sampah plastik itu langsung bisa menukarkan sampah yang terkumpul dengan beras. “Jumlah penukaran antara sampah plastik dan beras sudah sesuai ketentuan. Dalam hal ini kami sekaligus mengedukasi masyarakat dalam aksi seperti yang kami lakukan ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sampah plastik lebih dulu dipilah sesuai dengan fungsi, yaitu sampah organik maupun sampah nonorganik. Dengan pemilahan, sampah tersebut mempunyai harga yang pantas dan sudah pasti ada keuntungan yang didapatkan.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, Menurutnya, sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali No. 47 Tahun 2019, yaitu pengelolaan sampah yang berbasis sumber untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali, yang juga sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, guna mewujudkan Bali yang bersih, hijau, dan indah.

“Masyarakat diharapkan dalam melakukan pengumpulan sampah plastik itu secara rutin dan berkeseninabungan, sehingga apa yang dilakukan itu sesuai dengan Pergub No. 47 Tahun 2019 itu,” harapnya. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.