Warga Banjar Kauh Pecatu Bongkar dan Kembalikan Paving Bantuan

ist/ proses pembongkaran paving di depan rumah Jro Mangku Made Suwana.
279 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.CO.ID- Seorang warga Banjar Kauh, Desa Pecatu membongkar dan mengembalikan paving yang sebelumnya di pasang di depan rumahnya, yang berlokasi di kawasan Cengiling. Hal itu dilakukan karena yang bersangkutan merasa risih karena bantuan paving tersebut kerap diungkit. Pengembalian bantuan itu dilakukan melalui pihak Desa Pecatu, karena diyakini pihak desa mengetahui dari mana datangnya bantuan tersebut.

Jro Mangku Made Suwana selaku warga terkait ditemui, Selasa (10/8) menerangkan, pengembalian bantuan tersebut dilakukan atas kesepakatan pihak keluarga. Hal itu demi mencegah adanya permasalahan di kemudian hari. Terlebih pihaknya mengaku tidak tahu menahu sumber dari bantuan tersebut, karena orang yang mencarikan bantuan paving tersebut tidak datang. Dia juga menegaskan kalau pihaknya tidak pernah meminta agar jalan di depan rumahnya dipaving, karena sebelumnya di bawah paving tersebut sudah diaspal.

Dipaparkannya, keputusan pengembalian bantuan itu diawali atas adanya informasi pihak-pihak yang menyinggung keberadaan paving di depan rumahnya melalui grup whatsaps. Bahasa-bahasa yang dirasa kurang mengenakkan itu bukan hanya sekali didengar, melainkan sudah beberapa kali. Informasi dari salah seorang sepupunya tersebut didapatkannya seusai pemilihan kelian tempekan Sami Kembar. Diapun berinisiatif untuk mengajak membicarakan permasalahan tersebut dalam pertemuan tempekan. Namun ketika itu tidak ada yang mengungkapkan terkait pernyataan tersebut. Setelah ditunggu sekian lama, ternyata wacana menyinggung bantuan tersebut kembali muncul 3 hari menjelang dilakukannya paruman ngadegang Bendesa Adat Pecatu. Namun ditegaskannya hal ini sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan perhelatan Ngadegang bendesa tersebut. Karena kerap diungkit itulah dia bersama dua adiknya berkomitmen untuk mengembalikan bantuan paving tersebut. “Ini murni inisiatif saya sendiri bersama adik-adik saya, karena tidak ingin nanti bantuan ini terus menjadi pembicaraan sampai anak cucu kami,” ujarnya.

Dengan dikembalikannya bantuan tersebut secara utuh mungkin nantinya bisa disalurkan ke warga lainnya. Dia juga menegaskan tidak ada unsur dendam atau pribadi kepada siapapun dan ingin agar hal itu tuntas. “Bagi saya kalau badan disakiti masih bisa tahan, tapi kalau hati saya yang disakiti saya tidak bisa diam. Makanya saya putuskan mengembalikan bantuan ini,” tegasnya.

Karenanya agar tidak rusak, pihaknya mencari buruh untuk membongkar kembali paving tersebut, sehingga bisa dikembalikan dalam kondisi baik.
Adapun luas paving yang dibongkar,  diketahui panjang jalan yang dipaving brukuran 126 meter dengan lebar lebar, 70,2 meter. Dia berharap kedepannya, siapapun pihak yang memberikan bantuan, janganlah bersifat pamrih dan mengungkit-ungkit hal itu. “Saya awam soal politik,  KTA parpol juga tidak punya. Kalau yang patut didukung sesuai hati nurani pasti kami dukung. Kalau membantu ya iklaslah. Biarkan membantu orang secara tulus iklas kan karmanya yang kita cari,” pungkasnya.

Mangku Juwana bersama dua adiknya Nyoman Suwalin dan Ketut Subrata juga membuat surat pernyataan pengembalian bantuan tersebut, yang ditandatangani di atas materai. Dimana surat tersebut ditembuskan ke Jro Bendesa Adat Pecatu, Perbekel Desa Pecatu, Ketua LPM Pecatu, Ketua Pecalang serta Ketua Linmas. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.