Wabup Tabanan Panen Perdana M70D di Kelating, Harapkan Pertanian Jadi Skala Prioritas

Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, melakukan panen perdana padi M70D di Subak Timan Agung, Banjar Sangging, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Minggu (19/9/2021).
77 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Wakil Bupati (Wabup) Tabanan I Made Edi Wirawan, melakukan panen perdana padi M70D di Subak Timan Agung, Banjar Sangging, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Minggu (19/9/2021). Dia juga berpesan dan berharap jika pertanian di Tabanan harus jadi skala prioritas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Pertanian, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan Ir. I Ketut Arsana Yasa, Camat Kerambitan, OPD terkait, Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), Badan Penyuluh Pertanian, Perbekel Desa Kelating, dan Pekaseh Subak Timan Agung.

M70D dikategorikan sebagai varietas bibit padi yang baik. Membutuhkan waktu sekitar 70-80 hari sejak proses pembajakan sawah, penanaman, dan sampai waktu panen untuk mendapatkan hasil. Sementara di Subak Timan Agung, dari luas 210 hektar ladang, sekita 10 hektar di antaranya sudah ditanami percobaan bibit padi M70D, sehingga setiap satu hektar lahan mampu menghasilkan 7,8 ton padi.

Terkait hal itu, Wabup Edi pun menyampaikan apresiasi terhadap seluruh petani dan jajaran pemerintahan di Desa Kelating atas upaya dan kerja keras, sehingga tercapai panen padi perdana M70D, yang tergolong sukses. Menurutnya, jika disesuaikan dengan BEP (break even point) per hektar, sewajarnya menghasilkan 6 ton padi. Namun dengan bibit M70D bisa melampaui hingga 7 ton, yang ditaksir dengan hasil sangat menguntungkan.

“Memang, ada kendala yang sering kita hadapi. Biasanya adalah kelemahan petani dari proses pemilihan bibit yang sudah salah sehingga hasil terus menurun. Oleh sebab itu, penyuluh harus terus ke lapangan untuk mengawal para petani, mendampingi pertanian sejak proses pembajakan sawah, pemilihan bibit, perawatan tanaman, sehingga apa yang jadi harapan Pemkab Tabanan bisa selaras dan berhasil,” ujar Edi.

Dia berharap pertanian bisa jadi skala prioritas, utamanya pada masa pandemi yang masih berlangsung. “Kalau dengan konsep M70D atau sesuai dengan pemilihan bibit yang benar, pasti akan tercapai hasil di atas tujuh ton,” tukasnya, seraya mengatakan akan mengumpulkan para penyuluh di masing-masing kecamatan setiap bulan untuk memantau perkembangan pertanian di Tabanan.

Dia juga berharap pemerintah dan masyarakat bisa membuktikan dan mewujudkan Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali. “Petani adalah hal yang dilakoni orang-orang dengan jiwa yang kaya,” ujarnya.

Keberhasilan panen ini diharapkan jadi motivasi dan contoh bagi para petani di Kabupaten Tabanan, bersemangat meningkatkan potensi dan produksi pangan dalam mewujudkan visi Tabanan, yaitu ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM) di bidang pertanian. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.