Wabup Ipat Terima Usulan Warga Terkait Jalan dan Jembatan Rusak

Wabup Ipat saat meninjau langsung keluhan warga Kelurahan Pendem, Jembrana, Selasa (24/8/2021).
119 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Setelah menditribusikan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat di Kecamatan Jembrana, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) langsung menindaklanjuti keluhan warga yang ada di Kelurahan Pendem, Selasa (24/8/2021).

Dalam kunjungan ini, Wabup didampingi Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Jembrana, I Kade Subamia, serta beberapa staf dari Bappeda Kabupaten Jembrana. Saat tiba di lokasi yakni Jalan Jalak Putih tepatnya di timur Kompi Raider 900, Wabup Ipat meninjau keluhan warga terkait dengan kondisi jalan sepanjang 1,7 km. Terlihat, memang benar kondisinya dalam keadaan rusak parah.

“Kami sebenarnya sangat malu kondisi jalan kami sampai saat ini kondisinya seperti ini (rusak). Meski saat ini anggaran pemerintah difokuskan untuk penanganan Covid-19, tolong keluhan kami ini mendapatkan perhatian dari pemerintah. Jika ini dibiarkan berlarut-larut, kami merasa sangat malu kepada masyarakat kami ini,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Pendem, I Nengah Cantra.

Selain jalan rusak yang dikeluhkan, warga Kelurahan Pendem yang ada di Lingkungan Dewasana, saat Wabup Ipat melakukan pemantauan ternyata juga beberapa warga mengusulkan pembuatan jembatan. Pasalnya sampai saat ini ada sekitar 60 KK masyarakat masih terisolasi lantaran tidak memiliki akses jembatan dari tempat tinggalnya menuju jalan umum di wilayahnya. “Sampai saat ini kami tidak memiliki akses jembatan. Agar kami beserta warga bisa lewat, kami bersama warga membuat jembatan seadanya dengan cara swadaya,” kata Ni Putu Nariasih.

Di sela-sela pemantauan tersebut, Kabid Bina Marga I Kade Subamia membenarkan jalan rusak yang dikeluhkan oleh warga masyarakat Kelurahan Pendem sampai saat ini belum mendapat perbaikan. Meski demikian, dia menegaskan, upaya perbaikan jalan itu telah masuk dalam usulan melalui anggaran DAK tahun 2021. “Memang jalan itu kondisinya rusak berat. Kami (Pemkab) telah mengususulkan perbaikan Jalan Jalak Putih tersebut tahun 2021 lewat Dana DAK tahun 2022. Bahkan kita juga sudah pernah usulkan jalan ini di tahun 2020 lalu, karena kerbatasan anggaran jalan tersebut belum busa ditangani,” ungkapnya.

Anggaran dan volume jalan yang diusulkan tersebut mencapai Rp3,2 miliar dengan panjang 1,77 km. “Astungkara, dan mohon doa semua warga masyarakat, anggaran yang kita usulkan untuk perbaikan jalan di Kelurahan Pendem ini bisa terealisasi tahun 2022 ini. Ini perbaikan jalan prioritas untuk di Kecamatan Jembrana dengan panjang 1,77 km,” tegas Subamia.

Untuk pembangunan jembatan, pihaknya meminta agar para tokoh masyarakat dapat mengajukan usulan sesegera mungkin. “Saya harapkan segera para tokoh di kelurahan ini membuat usulan secepatnya. Kita baru tahu, kalau warga di sini (Lingkungan Dewasana) sampai saat ini tidak memiliki akses jembatan. Permukiman mereka saat ini masih dibatasi oleh sungai kecil. Itu yang mengakibatkan warga di sana terisolasi. Untuk volume jembatan yang diusulkan warga, diperkirakan panjang sekitar 8 meter dengan lebar 3 meter dengan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp200 juta,” terangnya.

Sementara itu, Wabup Ipat meminta agar warga masyarakat bersabar. Pihaknya tetap berupaya dan melakukan langkah-langkah perbaikan. “Kita tahu pemerintah saat ini sedang dihadapkan dengan masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19. Namun demikian, pemerintah terus berupaya termasuk memberikan atensi terhadap infrastruktur khususnya jalan yang rusak. Begitu juga akses jembatan yang ada di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem. Astungkara, harapan warga masyarakat di tahun 2022 akan dapat terealisasi,” pungkasnya. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.