Virus AHPND Serang Tambak Udang di Gerokgak

Lokasi tambak udang seluas 9 ha lebih yang ada di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Kini para pemilik tambak resah karena virus AHPND menyerang udang mereka.
728 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Beberapa pembudidaya perikanan darat di Buleleng kini mulai resah. Ini menyusul merebaknya virus yang diidentifikasi bernama acute hepatopancreatic necrosis disease (AHPND) kini menyerang tambak yang ada di kawasan Gerokgak, Buleleng barat. Virus ini telah menyebabkan matinya ribuan udang yang dibudidayakan para petambak di wilayah Buleleng barat.

Virus ini dengan cepat merebak di areal tambak udang dan mampu mematikan ribuan udang yang tengah dibudidayakan petambak sebelum berusia 15 hari. Virus ini pertama kali diketahui mewabah di negara Filipina, Vietnam, dan Thailand. Namun kini menjalar sampai ke wilayah Buleleng di Indonesia.

Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk melumpuhkan virus ini. Bahkan, para petambak sudah melakukan berbagai upaya dengan melakukan rekayasa imun melalui penambahan dosis vitamin. Hanya saja, upaya itu gagal karena virus AHPND sangat kuat menyerang imunitas udang.

Seorang petambak udang di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Wayan Arta, mengeluhkan kondisi ini. Kata dia, virus ini sulit diatasi. Sebagai pengusaha tambak udang, Arta mengaku, tidak bisa berbuat banyak sembari menunggu hasil riset dan penelitian balai perikanan. “Kami harap dinas dan balai segera memberikan solusi,” kata Wayan Arta, Minggu (25/10).

Sementara itu, salah satu pengusaha tambak terbesar di Kecamatan Gerokgak, Hengky Putro Raharjo, juga mengeluhkan hal yang sama. Menurut Hengky, virus AHPND ini pertama kali diketahui menyerang pada bulan Mei lalu. Dan parahnya pada bulan Agustus hingga Oktober ini.

Dijelaskan Hengky, ciri-ciri udang yang terpapar virus ini yakni warna memucat, kerdil dan keropos. Hengky pun mengaku, belum tahu pasti penyebabnya namun diduga virus AHPND berasal dari bibit udang impor yang didatangkan dari luar negeri.

Akibatnya, ribuan udang yang ada di tambaknya seluas 9 hektar lebih dan sudah siap panen tiba-tiba mati akibat virus tersebut. “Virusnya ini cepat bermutasi menjangkiti udang lainnya, bahkan dengan cepat virus ini membuat koloni. Satu udang saja terjangkit dan dengan cepat menyebarkan ke udang lainnya,” jelas Hengky.

Atas kondisi mewabahnya virus yang menyerang ribuang udang ini, Hengky pun telah melaporkan kepada instansi terkait khusunya Dinas Perikanan Buleleng dan ke Balai Besar Riset Budidaya Laut dan penyuluh perikanan (BBRBLPP) Gondol di Desa Banyupoh. “Kami juga sudah laporkan ke instansi terkait bahkan sampai ke Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo dan petugas juga sudah turun melihat kondisi yang ada termasuk mengambil sampel udang. Ya, kami berharap segera ada solusi, jika terus begini maka kami merugi,” pungkas Hengky. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.