Viral Video Perkelahian Dua Gadis Dipicu Rebutan Pacar

Video perkelahian dua orang gadis di Buleleng yang viral di medsos.
307 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Sebuah video perkelahian dua gadis yang masih berstatus pelajar viral di media sosial Facebook (FB). Perkelahian dua gadis di Buleleng ini diduga dipicu karena persoalan rebutan pacar.

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik ini memperlihatkan adegan perkelahian fisik antara dua orang gadis. Awalnya sebelum berkelahi, mereka sempat adu mulut hingga berujung saling pukul dan saling jambak yang disaksikan oleh teman-temannya. Diketahui lokasi perkelahian itu terjadi pada Selasa (23/2/2021) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, di wilayah Desa Sukasada, Buleleng.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, membenarkan kejadian perkelahian dua orang anak remaja tersebut. “Ya benar, itu terjadi di RTH Bung Karno, Selasa siang. Awalnya, mereka berencana bertemu di lokasi. Permasalahan karena rebutan pacar,” kata Iptu Sumarjaya, Rabu (24/2/2021).

Berdasarkan informasi yang diterima menyebutkan, perkelahian dua gadis ini bermula dari adanya permasalahan rebutan pacar antara N (16) dengan A (14). Keduanya sepakat bertemu di RTH Bung Karno pada Selasa (23/2) siang untuk membahas persoalan tersebut.

Saat pertemuan di lokasi, N maupun A masing-masing mengajak beberapa teman yang setidaknya berjumlah 4 orang. Keempat anak yang diajak yakni KW (17), LW (17), L (17), dan GW (16). Sempat terjadi adu mulut di antara kedua kubu tersebut. Keributan memuncak ketika teman N yakni L malah berkelahi adu fisik dengan A yang memilki masalah dengan N. Perkelahian itupun direkam oleh salah satu temannya yakni GW.

Perkelahian antara L dan A hanya berlangsung selama 16 detik hingga keduanya dilerai. Usai dilerai, bukannya berhenti mereka kembali terlibat adu mulut. Video adu mulut dan perkelahian yang direkam oleh GW menggunakan ponsel kemudian diunggah di media sosial hingga menjadi viral.

Video perkelahian yang viral tersebut diketahui oleh jajaran Polsek Sukasada. Seluruh gadis yang terlibat di video kemudian dipanggil ke Mapolsek Sukasada untuk diberikan pembinaan dengan melibatkan beberapa pihak dan juga para orangtua mereka.

Melihat kejadian ini, Iptu Sumarjaya berharap agar para orang tua lebih mengawasi perilaku anak-anak. “Ini karena kurangnya dari pengawasan orang tua. Harapannya mari bersama-sama mendidik anak, baik di keluarga, lingkungan, dan masyarakat, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkas Iptu Sumarjaya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.