Viral Video Otonan Diiringi Nyanyian Ultah, Keluarga Sebut Spontanitas Karena Bahagia

Tangkapan layar video otonan yang viral di medsos.
1,245 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Video upacara Hindu yang di-puput seorang sulinggih disertai nyanyian selamat ulang tahun (ultah) viral di media sosial (medsos). Video berdurasi 50 detik tersebut tersebar sejak Selasa (15/6/2021) di Facebook hingga Whatsapp.

Tak lama setelah viral, akhirnya terungkap bahwa ternyata video tersebut merupakan rangkaian dari sebuah upacara otonan. Video pendek itu pertama-tama diunggah oleh salah seorang pihak keluarga yang berupacara. Tetapi kemudian dibagikan lagi di FB oleh akun Gung Akey dengan narasi yang provokatif, sehingga mengundang tanggapan beragam di medsos.

Untuk meluruskan hal tersebut, pihak keluarga dan sang sulinggih pun langsung menuliskan klarifikasi. Made Skarini menyampaikan bahwa terkait video otonan anaknya tersebut, bertepatan dengan ultah yang ke-23 (pada tanggal 15 Juni 2021). Dia pun memohon maaf kepada Ida Rsi, atas postingan video otonan anaknya di FB yang tidak memberikan penjelasan sehingga bisa memberikan tafsir yang berbeda-beda. “Mohon tidak mempersalahkan video kami,” ucapnya.

Made Skarini justru menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa tangkil ke Griya Sesetan, yang di-puput oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa, Griya Bhuana Dharma Santhi Sesetan terkait otonan yang bertepatan besoknya HUT ke-23 anaknya. Pada saat ada linting yang dinyalakan, dia mengaku keluarganya dari Singaraja yang hadir pasa saat itu secara spontan menyanyi lagu “Selamat Ulang Tahun” sebagai bentuk rasa syukur dan bahagia atas otonan dan ultah sang anak.

“Atas penjelasan kami di atas, kami berharap dan mengimbau kepada semua umat sedharma agar tidak memberikan komentar negatif, khususnya kepada Ida Rsi,” tutup Skarini, dalam pernyataan tertulisnya.

Sementara itu, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti dari Griya Sesetan dalam keterangan tertulisnya juga meminta maaf karena tanpa sepengetahuannya video itu dibagikan tanpa memberikan penjelasan sehingga banyak yang salah persepsi. Ida Rsi menegaskan upacara itu adalah upacara otonan tradisi Bali.

Ida Rsi pun menjelaskan rangkaian prosesi upacara tersebut. Dalam upacara otonan ada sesayut yang namanya sesayut pageh urip (memohon agar panjang umur) dan sesayut pengenteg bayu lengkap dengan lintingnya. Setelah ngayab dan natab sayut pageh urip, kemudian matirta, dilanjutkan dengan ngayab sayut pengenteg bayu. Lintingnya kemudian dinyalakan.

Saat natab sayut pengenteg bayu, secara serentak saking senangnya anak-anak, menyanyikan lagu ultah dan tiup lilin. Ida Rsi mengakui, memang dengan adanya nyanyian itu dirinya menjadi kurang konsentrasi. “Secara spontan mereka bernyanyi karena akan meniup linting dalam sayut pengenteg bayu, sebagai simbol anak tersebut agar diberikan kesehatan dan kekuatan,” paparnya.

Menurut Ida Rsi, dengan adanya meniup api linting, sesungguhnya di Bali dari zaman dulu telah memiliki budaya yang diwariskan oleh leluhur, sehingga membuat dan membangkitkan anak-anak ingin meoton, dan bukan merayakan ultah. “Ulang tahun, bukan budaya orang Bali. Orang Bali sepatutnya bangga dengan otonan. Itu (nyanyian ultah saat niup linting) mungkin cetusan rasa senang, maka mereka bernyanyi,” jelasnya.

Sulinggih yang banyak menulis buku agama Hindu ini berpandangan perlu dibangkitkan akan kecintaan pada upacara otonan (warisan leluhur) dari pada perayaan ultah bagi anak-anak. “Tiang ikut minta maaf, pas pada waktu nataban yang meoton ada nyanyian (di luar proses otonan), mungkin karena saking senangnya melaksanakan oton,” ucapnya berharap klarifikasi ini bisa memberi penjelasan kepada umat sedharma yang bertanya-tanya tentang video tersebut. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.