Viral Video Kerumunan di Kampung Jawa, Ini Kata Perbekel Dauh Puri Kaja

BEBERAPA potongan video yang viral di media sosial tentang adanya kerumunan di Kampung Jawa, Dusun Wanasari, Dauh Puri Kaja, Denpasar. Video ini heboh sebab saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Foto: ist
11,751 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Beredar beberapa potongan video aksi keramaian menjelang sahur yang digelar warga Kampung Jawa, Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, Kota Denpasar. Diketahui video yang beredar di media sosial FB dan grup WA ini viral dari Sabtu (23/5) malam. Hal ini tentunya membuat heboh mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 terlebih Denpasar sedang menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Ada pula satu video warga RT 5 Dusun Wanasari menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas aksi tersebut.

Terkait video yang viral, Perbekel Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta, saat dikonfirmasi Minggu (24/5), membenarkan adanya aksi kerumunan sebagaimana dalam video yang beredar. Namun demikian, ia mengatakan, dari beberapa video yang beredar tidak semuanya video baru, ada pula video lama yang diunggah kembali. ‘’Ada juga video yang tahun lalu juga diunggah. Ada kelihatan yang pakai masker itu, itu video sekarang,’’ ujarnya saat dihubungi via telepon.

Lebih lanjut ia menjelaskan, aksi kerumunan itu terjadi di pertigaan Jalan Ahmad Yani Selatan, di depan masjid Kampung Jawa Dusun Wanasari pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 03.00 Wita. Kerumunan itu melibatkan lebih dari 15 orang yang terdiri atas anak-anak remaja. Menurutnya, itu aksi spontanitas para remaja tersebut. ‘’Itu kejadiannya Sabtu dini hari sekitar jam 3. Bukan Sabtu malam. Aksi itu tidak terpantau dan memang tidak kita duga-duga. Karena itu spontanitas anak-anak remaja,’’ katanya.

Perbekel menyayangkan adanya kerumunan yang videonya viral tersebut. Mengingat, dalam masa pandemi Covid-19 ini, dari pemerintah desa maupun dari pengurus masjid dan tokoh-tokoh warga di Wanasari sudah mengimbau untuk mengikuti arahan pemerintah. Pihak Satgas Desa juga rutin melakukan monitoring wilayah untuk menyosialisasikan dan memantau pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Gusti Sucipta mengatakan, setelah beredarnya video tersebut, peristiwa itu langsung ditindaklanjuti pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Denpasar Barat. ‘’Kelihatan di medsos itu dari RT 5 Dusun Wanasari dia sendiri sudah meminta maaf. Tetapi pihak kepolisian tetap memproses. Kemarin Ibu Kapolsek sudah atensi dari jam 11 siang, saya juga ikut. Pemantauan melibatkan babinsa, bhabinkamtibmas, dan pecalang,’’ terangnya.

Menurut perbekel, dari pemantauan senak kemarin, tidak ada lagi kejadian serupa atau kerumunan lainnya di Kampung Jawa. Hanya saja kemarin malam ada kegiatan penerimaan zakat di masjid setempat yang tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. ‘’Cuma kemarin malam ada penerimaan zakat, karena zakat itu kewajiban umat muslim, namun tetap mengikuti protokol kesehatan, tidak bergerombol,’’ ujarnya.

Gusti Sucipta melanjutkan, pemantauan tetap dilakukan hingga hari ini. Ia pun turun langsung ke lapangan untuk memantau suasana di wilayah Dusun Wanasari berkenaan rangkaian hari raya Idul Fitri. ‘’Sekarang saja saya masih di kuburan Jalan Maruti. Di pemakaman sudah digembok. Namun demikian ada warga terutama dari luar Wanasari yang datang untuk nyekar. Begitu datang satu sepeda motor, dia turun untuk nyekar. Setelah itu langsung balik. Selang beberapa menit datang lagi yang lain, usai nyekar langsung pergi. Seperti itu,’’ tuturnya. 026

1 Comment

  1. Utk keadilan sosial ttp harus ditindak lanjuti dan klo ini dibilang spontanitas jelas saya tidak setuju karena mereka bisa mempersiapkan bedug, flare dan juga bendera. Mari jaga sportifitas dan juga asas keadilan klo kejadian ini berhenti disini aparat juga harus adil dengan kejadian disudaji jgn mentang2 umat mayoritas yg berbuat salah cukup diselesaikan dengan materai 6000.
    Klo mau jalankan keadilan tanpa memandang siapa yg berbuat biar tidak menjadi preseden buruk. Karena ini sdh terjadi lebih dari satukali di bali warga lokal harus mendapat keadilan
    #savenyamabali

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.