Varian Baru Covid-19 Muncul di Bali

Foto: Gubernur Koster didampingi Kadis Kesehatan Suarjaya.
177 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan perkembangan pandemi Covid-19 di Bali. Kata dia, kini ditemukan varian baru mutasi virus bernama Sars-CoV-2 ini. Bahkan pihaknya telah mendapat informasi langsung dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada Senin (3/5) tentang telah ditemukannya dua orang yang terinfeksi varian baru mutasi Covid-19 Afrika Selatan dan Inggris.

“Satu orang mengalami positif akibat penularan varian baru dari Afrika Selatan dengan kode B1351, sedangkan satu orang positif akibat penularan varian baru dari Inggris dengan kode B117,” ungkapnya di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Bali, Selasa (4/5).

Menurutnya, hal ini diketahui setelah beberapa sampel dari orang positif Covid-19 di RS Sanglah dilakukan pengujian oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Satu orang yang positif Covid-19 dengan varian baru dari Afrika Selatan, telah dinyatakan meninggal di RS Sanglah. Berasal dari Kabupaten Badung. Korban memang belum mengikuti program vaksinasi,” ujarnya.

Lanjut dia, untuk yang satu orang lagi yang dinyatakan positif Covid-19 dengan varian baru dari Inggris dinyatakan sembuh. Kini dalam kondisi sehat dan sudah dipulangkan, berasal dari Kota Denpasar. “Yang bersangkutan, kebetulan telah mengikuti program vaksinasi sebanyak dua kali,” lanjutnya.

Terkait kasus ini, jelas Koster, Dinas Kesehatan Provinsi Bali sedang melakukan penyelidikan Epidemiologi terhadap sejumlah orang yang melakukan kontak erat dengan korban, sehingga akan diketahui potensi resiko penyebarannya secara detail dan lengkap.

Dengan munculnya kasus varian baru mutasi virus Covid-19 di Bali, sesuai arahan Presiden RI dan Menteri Kesehatan RI, pihaknya mengimbau, mengingatkan, dan menegaskan kembali kepada seluruh masyarakat agar mentaati pelaksanakan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali.

“Tetap tertib dan disiplin menerapkan pola hidup sehat dan bebas COVID-19 dengan 6M. Yaitu memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun tubuh, dan mentaati aturan. Membatasi jumlah peserta, selalu berhati-hati, dan penuh kewaspadaan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, adat, agama, seni, budaya, dan sosial serta kegiatan kemasyarakatan lainnya,” imbaunya.

Pihaknya juga mengimbau agar mengikuti program vaksinasi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota. Sementara kepada bupati/wali kota, camat, kepala desa/lurah, dan bendesa adat se-Bali serta seluruh komponen masyarakat agar terus tanpa lelah melakukan upaya serius dengan mengambil langkah secara bersama-sama bergotong-royong untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Marilah kita terus memanjatkan doa dengan keyakinan masing-masing memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa agar alam Bali beserta isinya selalu dalam kondisi nyaman, aman, dan damai sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Dan imbauan ini agar dipatuhi dan dilaksanakan dengan tertib, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab demi Bali yang kita cintai dan diagungkan bersama,” tandasnya. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.