Vaksinasi Covid-19, Jembrana Masuk Kloter Kedua

dr. I Gusti Agung Arisantha
177 Melihat

JEMBANA, posbali.co.id – Meski Pemkab Jembrana sudah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan vaksinasi serentak Covid-19. Namun dari ketentuan yang disampaikan Dinas Provinsi Bali, Jembrana ternyata bukan daerah yang mendapat vaksinasi kloter pertama, melainkan di kloter kedua. Pelaksanaan vaksinasi itu rencananya pada 2 Februari 2021. Hal tersebut terungkap saat rapat koordinasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kantor Bupati Jembrana, Selasa (12/1/2021).

Humas Satgas Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Arisantha, mengatakan, untuk vaksinasi tahap awal tetap diprioritaskan kepada tenaga medis di Jembrana. Juga ikut divaksin di awal nanti jajaran pimpinan daerah, Forkopimda, FKUB/tokoh agama. “Mereka masuk prioritas mengawali pelaksanaan vaksinasi. Tujuannya agar mampu menjadi contoh sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 ini aman. Ini juga sesuai arahan pemerintah pusat. Bahkan pada kick off vaksinasi nanti, Presiden Jokowi akan divaksin pertama kali tanggal 14 Januari,“ ungkapnya.

Menurut Arisantha, dari sisi kesiapan, pihak Satgas Covid-19 Jembrana telah menyiapkan logistik dan petugas yang telah dilatih. Ada 12 fasilitas kesehatan sebagai tempat pelaksanaan vaksin yang meliputi 10 puskesmas, RSU Negara, dan Klinik Kesehatan Polres Jembrana.

Sesuai juknis yang dikeluarkan Kementerain Kesehatan, sasaran pemberian vaksin buatan Sinovac adalah penduduk yang berusia 18-59 tahun. “Vaksinasi akan dikecualikan kepada mereka yang sudah pernah terkonfrmasi positif Covid-19 sebelumnya. Dari juknis, mereka tidak perlu divaksin karena sudah terbentuk antibodi. Kita sudah siapkan database untuk memfilter itu,” tegasnya.

Adapun kesiapan lainnya, lanjut Arisantha, memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait vaksinasi. Dia mengakui masih ada keraguan di masyarakat soal keamanan vaksin. “Tidak perlu khawatir karena vaksin Sinovac ini sudah lulus tahapan uji klinis. Bahkan teranyar, BPPOM juga sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat. Hal itu dasarnya vaksin sudah memenuhi syarat. Salah satunya tingkat efikasi (kemanjuran),” jelasnya.

Arisantha mengungkapkan, dari data yang dikeluarkan BPPOM, tingkat efikasi vaksin Sinovac di Indonesia mencapai 65,23%, Hal ini sudah sesuai dengan standar World Health Organization (WHO) minimal 50%. Efikasi 65,3% artinya mampu menurunkan kejadian Covid-19 hingga 65,23%.

“Ini penting, namun saat proses vaksinasi, sesuai target pusat selesai Desember tahun ini, protokol kesehatan harus tetap berjalan. Jadi, strategi 3M (masker, mencuci tangan, menjaga jarak) serta 3T (testing, tracing, dan treatment) ini akan tetap kami terapkan disamping vaksinasi sendiri,” pungkasnya. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.