Usul Rapid Tes Massal, IJU Ingin Dibangun Shelter Khusus Corona di Lobar

625 Melihat
Ketua DPC Demokrat Lobar, Indra Jaya Usman

LOBAR, POSBALI.CO.ID – Penyebaran Corona Virus Desiase (COVID-19) di Indonesia, termasuk di Pulau Lombok sangat mengkhawatirkan. Tak ingin terus-terusan memakan korban, kalangan dewan Giri Menang mendesak agar pemerintah melakukan Rapid Test massal di Lobar.

Seperti diketahui, sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Corona, pemerintah sudah mulai melakukan rapid test di beberapa wilayah di Indonesia. Bagaimana tidak, jumlah orang yang positif terinfeksi COVID-19 di Indonesia kian hari kian bertambah. Guna mencegah penyebaran virus Corona lebih luas lagi, Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk melakukan rapid test, khususnya di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki kasus COVID-19 yang tinggi.

Ketua DPC Demokrat Lobar Indra Jaya Usman atau yang biasa IJU menyatakan bahwa tes ini ditujukan agar pemerintah dan petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus Corona dan melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus COVID-19 tidak semakin bertambah. “Rapid tes ini merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi,” katanya dalam sebuah kesempatan.

Dengan kata lain, lanjut dia, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. “Ini yang kami maksud, seharusnya ada tindakan yang bisa menjadi acuan kita mengukur wabah ini. Makannya kami keras disetiap rapat terbatas Ketua Fraksi dan eksekutif,” ungkapnya.

Menurut dia, penanganan virus Corona ini jangan seperti mengurusi puing-puing rumah terbakar, tapi tidak memadamkan apinya yang masih menyala sehingga terus menjalar ke rumah-rumah yang lain. “Artinya, kenapa kita tidak fokus pada penanggulangan substansi masalah ini seperti mengadakan rapid test massal,” imbuhnya.

Kendati keakuratan rapid tes tersebut tidak bisa dijamin 100 persen, namun paling tidak bisa memberi gambaran. “Selain itu perbanyak APD (Alat Pelindung Diri) serta membangun shelter-shelter dititik tertentu,” tambahnya.

Intinya, kata politisi asal Narmada ini, kalangan dewan menginginkan ada tindakan yang bersifat saintifik positivistik dalam artian berdasarkan ilmu pasti. “Bukan justru meraba-raba seperti sekarang ini,” pungkasnya. 033

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.