Upacara Yadnya Saat Pandemi, Bupati Bangli Ingatkan Taat Prokes 3M

Bupati Made Gianyar, usai rapat bersama Gugus Tugas Percepatan Pen­anganan (GTPP) Covid­-19 Bangli bersama Forkompimda, kepala desa, dan MDA se-Bangli melalui video konferensi, Selasa (2/2).
140 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Bupati Bangli, I Made Gianyar, melakukan rapat bersama Gugus Tugas Percepatan Pen­anganan (GTPP) Covid­-19 Bangli bersama Forkompimda, kepala desa, dan Majelis Alit Desa Adat se-Bangli melalui video konferensi, Selasa (2/2). Rapat membahas untuk mempertegas penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes).

Bupati Made Gianyar kepada awak media menyampaikan, sehebat apapun pemerintah merencanakan program perencanaan pencegahan Covid-19 agar berjalan dengan baik, jika hati dan kesadaran masyarakat kurang, tentu tidak akan bisa berjalan dengan baik.

Menimbang perkembangan terkini kasus positif Corona di Bangli yang cukup mengkhawatirkan, dia ingin mengembalikan lagi supaya perkembangannya dapat menurun. Menurutnya, kondisi ini juga dimaklumi karena adanya kehidupan normal baru dianggap sudah biasa.

Jika sebelumnya upacara pernikahan hanya dihadiri 10 hingga 15 orang, seiring waktu berjalan mulai ada resepsi yang mendatangkan banyak tamu. “Ramai, seperti tidak ada Covid, akhirnya muncul (banyak kasus) lagi,” jelasnya.

Dia menyebut akan memperketat terutama acara pernikahan. Berdasarkan kesepakatan MDA, bendesa adat tidak diperkenankan mengesahkan pernikahan tersebut. Selain itu, upacara ngaben diimbau jangan terlalu besar, yang berpotensi menghadirkan banyak orang. Jika perlu ditunda dulu sampai pandemi benar-benar berakhir.

“Kami tidak berani melarang masyarakat untuk ber-yadnya, tapi idealnya jangan dilaksanakan. Jika harus dilaksanakan, ingat prokes dengan 3 M, terutama menjaga jarak,” pesannya.

Upaya pembinaan, terangnya, dapat dalam bentuk pendampingan kepada desa, kelurahan dan desa adat dalam bentuk sosialisasi secara masif untuk penerapatan prokes. Jalan terba­ik untuk mencegah ad­anya transmisi lokal adalah memakai mas­ker saat beraktivitas di lu­ar rumah. “Dalam penertiban dapat mengikutsertakan unsur Satgas Gotong Royong Desa Adat, TNI, Polri melalui babinsa dan bhabinkantibmas,” urainya. 028 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.