Upacara Bayuh Bumi di Pura Peninjoan Besakih: Selaraskan Alam, Mohon Pandemi Segera Berakhir

Pelaksanaan Upacara Bayuh Bumi di Pura Peninjoan, Besakih, Rendang, Karangasem, Senin (6/9/2021) di-puput tiga orang sulinggih.
789 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di Bali tidak saja dilakukan dengan pendekatan kesehatan dan ekonomi. Namun, juga dilakukan dengan pendekatan keagamaan melalui upacara yadnya. Seperti halnya pelaksanaan Upacara Pecaruan Bayuh Bumi, Panca Korsika di Pura Peninjoan, Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, bertepatan dengan Tilem Katiga dan Kajeng Kliwon, Senin (6/9/2021).

Upacara ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dengan peserta terbatas. Pelaksanaan upacara di-puput oleh tiga orang sulinggih. Ketiganya yakni Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti dan Ida Rsi Istri Bhujangga Waisnawa Satya Lakshmi, keduanya dari Gria Bhuwana Dharma Shanti, Sesetan, Denpasar. Satu lagi adalah Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Giri Mahendra, Gria Anyar Batur Sengguan, Gianyar. Dihadiri oleh utusan Gubernur Bali, utusan PHDI Bali, utusan Bupati Karangasem, Moncol MWBW, dan Jro Bendesa Adat Besakih.

Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti selaku penggagas upacara ini sekaligus sebagai pendiri dan pembina Yayasan Pasraman Bhuwana Dharma Shanti (YPBDS) menyampaikan, Pacaruan Bayuh Bumi merupakan upacara penyeimbangan ekosistem bumi. Dalam pelaksanaannya, dilangsungkan Caru Panca Korsika lengkap dengan Panca Genta dan Panca Datu. Disertai dengan pelepasan burung-burung dan beberapa binatang ke alam bebas, sebagai usaha untuk ‘memerdekakan roh’.

Ida Rsi Bhujangga menjelaskan, adapun dasar pertimbangan pelaksanaan upacara tersebut, mengacu isi Lontar Roga Sangara Bumi yang menyebutkan “….ritatkalaning ganti kali yuga bumi, Dewa metilar ing madya loka, mantuk ring swarga Mahameru, ginantyaning dening bumi sabumi, sami wwang kasurupan Bhuta…” Artinya: “…ketika pergantian bumi kaliyuga, para Dewa meninggalkan buminya manusia, pulang ke sorga yang tertinggi, digantikan oleh bumi dalam keadaan yang tidak seimbang, manusia di bumi semua dirasuki Bhuta…”.

Upacara Bayuh Bumi dilengkapi dengan pelepasan ratusan ekor burung beragam jenis.

Dari keadaan kurangnya keseimbangan di dunia ini, sehingga timbul pademi alam maupun pademi buatan yang mengikuti Rta alam (sirkulasi alam). “Di samping itu, kini kita menginjak pada Sasih Katiga, yaitu salah satu Sasih Mala atau sasih yang sering membawa penyakit. Salah satu dari Sasih Mala siklus tiga bulanan yakni Katiga, Kanem, Kasanga, Sada,” ucap sulinggih asal Sesetan, Denpasar ini.

Ida Rsi Bhujangga mengatakan, Pacaruan Bayuh Bumi di Besakih merupakan yang ketiga dilaksanakan YPBDS. Pelaksanaan upacara ini juga didukung oleh Moncol Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW). Dikatakan, pelaksanaan Upacara Bayuh Bumi yang pertama dilaksanakan pada Tilem Jyestha, Jumat (22/5/2020) di areal hutan mangrove dan tempat Pemelisan Desa Adat Sesetan, Kota Denpasar. Kemudian Upacara Bayuh Bumi yang kedua dilangsungkan di Danau Batur, Kintamani, Bangli pada Tilem Katiga, Kamis (17/9/2020).

Dalam pelaksanaan upacara ini, jelas Ida Rsi, pecaruan menggunakan dasar caru ayam Panca Sata, metangkeb bebek putih. Diikuti dengan menyuarakan Panca Genta, dan diakhiri dengan penanaman Panca Datu, pelepasan berjenis-jenis burung lebih dari 600 ekor seperti burung hantu, kukur, titiran, jalak serta burung-burung kecil seperti perit, bondol, crukcuk, gelatik, dan lain-lainnya yang jumlahnya ratusan ekor. Juga dilakukan penanaman pohon sebanyak 100 batang yang terdiri dari cempaka, cendana, gaharu, dan kayu putih.

“Upacara ini dilaksanakan dengan harapan pademi Covid-19, serta bahaya-bahaya yang menimpa manusia bisa dikurangi bahkan agar bisa sirna. Ini sekaligus menyongsong Bali Bangkit sehingga kehidupan ekonomi dan kepariwisataan dapat cepat pulih kembali,” harap Ida Rsi Bhujangga didampingi Ketua Umum MWBW Guru I Gede Alit Widana dan Sekum Guru Putu Putrawan. rap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.