Unud Siapkan UTBK SBMPTN 2020 dengan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Konferensi pers UTBK SBMPTN 2020 di kampus Unud, Bukit Jimbaran, Selasa (30/6).
760 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2020 mengalami sejumlah penyesuaian. Perubahan yang dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyangkut mata ujian, jumlah sesi ujian, penyebaran lokasi ujian, hingga penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K), saat konferensi pers, Selasa (30/6), di kampus Bukit Jimbaran menyampaikan, Unud sebagai salah satu PTN yang menyelenggarakan UTBK tentunya harus mengikuti arahan dari LTMPT. Saat ini infrastruktur pelaksanaan UTBK telah siap dan kapasitas yang digunakan hanya separuh dari kapasitas total sesuai dengan ketentuan. Panitia juga telah melibatkan unsur Satgas Covid Universitas dan tenaga medis untuk penerapan protokol kesehatan bagi peserta.

“Di era pandemi ini ada perubahan signifikan dari pelaksanaan UTBK tahun-tahun sebelumnya. UTBK tahun ini sangat mengutamakan keselamatan dalam rangka mengantisipasi jangan sampai terjadi transmisi baru di antara para pihak yang mengikuti atau menyelenggarakan UTBK,” tegasnya.

UTBK akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni Tahap I pada tanggal 5-14 Juli 2020 dan Tahap II pada tanggal 20-29 Juli 2020. Pengumuman SBMPTN akan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2020. Adapun jumlah peserta yang mengikuti UTBK di Unud tahun ini sebanyak 5.239 orang, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 15 ribuan.

Rektor Unud memaparkan beberapa kebijakan pelaksanaan SBMPTN tahun ini. Pertama, dari materi ujian hanya ada satu materi ujian yaitu tes potensi skolastik, sedangkan tes potensi akademik ditiadakan. Kedua, perubahan sesi pelaksanaan dari empat sesi menjadi dua sesi dalam satu hari. Sesi 1 pukul 09.00-11.15 dan sesi 2 pukul 14.00-16.15. “Ada jeda waktu 2 jam 45 menit saat pergantian sesi untuk melakukan protokol pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Ketiga, pengaturan lokasi tes dengan memperluas tempat tes untuk mencegah mobilisasi peserta ke pusat UTBK, bekerja sama dengan mitra dengan SMA/SMK di daerah yang memenuhi persyaratan. Kegiatan penjadwalan ulang dan relokasi tempat tes akan dilaksanakan oleh LTMPT dan Pusat UTBK PTN dan akan diinformasikan kepada seluruh peserta melalui saluran informasi resmi.

Keempat, penyelenggaraan 100 persen protokol Covid-19, baik bagi peserta maupun bagi penyelenggara. Peserta diminta menjaga kesehatan, diharapkan melakukan isolasi diri selama 14 hari sebelum mengikuti tes, di samping penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak. “Kalau suhu tubuh meningkat, tidak diperkenankan masuk ruang untuk mengikuti tes,” katanya sembari menambahkan peserta hanya boleh diantar sampai di drop zone yang disiapkan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng, menambahkan, sudah ada surat edaran kepada para peserta UTBK terkait sejumlah perubahan ini. Peserta disilakan login kembali ke portal LTMPT untuk mencetak Kartu Tanda Peserta Baru. Waktu pencetakan Kartu Peserta Baru akan diinformasikan lebih lanjut melalui laman LTMPT.

Terkait daya tampung, Prof. Antara mengatakan, daya tampung Unud dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini sebanyak 6.000 untuk mengisi 52 program studi. Pengisian daya tampung melalui tiga jalur yakni SNMPTN (20 persen), SBMPTN (50 persen), dan Seleksi Mandiri (30 persen). SNMPTN sudah dilakukan dan meluluskan 2.073 orang, tetapi memerlukan tes kesehatan dan verifikasi nilai rapor. “Karena 2.073 orang ini tersebar di seluruh Indonesia, kami sekarang sedang berkoordinasi bagaimana mendatangkan mereka ke Unud,” katanya. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.