Unud Kehilangan Marwah “Pewahyu Rakyat”

I Ngurah Suryawan
I Ngurah Suryawan
1,920 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Pembubaran diskusi sejumlah mahasiswa di lingkungan kampus Universitas Udayana (Unud), Denpasar, Senin (28/10) malam menuai kritik keras dari antropolog sekaligus alumnus Unud, I Ngurah Suryawan. Menurutnya, pembubaran diskusi bertajuk “Apa yang Tersisa Pascapelantikan Jokowo? Oligarki, Orde Baru 2.0” tak perlu mendapat perlakuan demikian.

“Unud seperti tuna sejarah. Gerakan reformasi dan kebebebasan mimbar akademik di Unud dipelopori oleh guru guru besar saat demonstrasi 1998. Unud juga cikal bakalnya dirintis menjadi Kampus Pewahyu Rakyat di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya),” kenangnya saat ditemui  POS BALI di Denpasar, Rabu (30/10).

Menurutnya, sikap Unud yang menodai reformasi dan spirit “Pewahyu Rakyat” pendirian kampus tersebut telah direpresentasikan oleh tindakan pihak rektor saat pemanggilan terhadap mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi #ReformasiDikorupsi beberapa waktu lalu. Menurutnya, tidak ada yang perlu ditakutkan dari diskusi dan demonstrasi mahasiswa yang digelar. 

“Alasan tidak ada izin, dan lain-lain, itu administratif belaka. Mental akademisi birokrat ya seperti itu, terhenti di soal administrasi, bukan substansi,” tandas penulis buku “Mencari yang Berubah” ini.

Berkaca pada kejadian tersebut, ia berharap komunitas akademik di Unud memiliki kepedulian dan melakukan otokritik internal. Namun, hingga hampir lebih dari 24 jam kejadian itu dilakukan, belum ada tindakan atau suara yang mengkritik tindakan tersebut.

“(Jika demikian) jangan salahkan jika Unud dianggap sebagai corong kekuasaan dan di menara gading, bukan lagi menjadi Pewahyu Rakyat,” tandasnya.

Sebagaimana berita yang beredar, diskusi yang digelar Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kanaka, dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di kawasan Kampus Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud dibubarkan paksa oleh keamanan kampus setempat. Mereka dinilai menggelar diskusi tanpa izin resmi dari pihak kampus.

Hingga berita ini ditulis, POS BALI telah berupaya mengkonfirmasi pihak Unud, namun belum ada tanggapan. 015

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.