Universitas Udayana Kukuhkan 10 Orang Guru Besar

Rekor Universitas Udayana mengukuhkan 10 orang guru besar tetap pada Sabtu (12/9) di Gedung Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran.
118 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K). mengukuhkan 10 orang guru besar tetap pada Sabtu (12/9) di Gedung Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Badung. Acara Pengukuhan Guru Besar Tetap Unud dilaksanakan secara virtual dan dengan menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Kesepuluh guru besar yang dikukuhkan yakni, Prof. Ir. Made Sukrawa, M.S.CE., Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Teknik Sipil pada Fakultas Teknik; Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Gaga Partama, M.S sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak pada Fakultas Peternakan; Prof. Ir. Komang Dharmawan, M.Math., Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Matematika pada Fakultas MIPA; Prof. Dr. Drs. Anak Agung Ngurah Gunawan, M.T. sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Fisika pada Fakultas MIPA; Prof. Dr. Ni Ketut Supasti Dharmawan, S.H., M.Hum., LLM. sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum.

Selanjutnya, Prof. Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra, Sp.S. (K) sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Neurologi pada Fakultas Kedokteran; Prof. Dr. dr. Anak Agung Wiradewi Lestari, S.Ked., Sp.PK. sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Patologi Klinik pada Fakultas Kedokteran; Prof. Dewa Made Priyantha Wedagama, S.T.,M.T., M.Sc., Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Transportasi pada Fakultas Teknik; Prof. Dr. Dra. I Gusti Ayu Gde Sosiowati, M.A. sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Linguistik pada Fakultas Ilmu Budaya; dan Prof. Dr. Drs. I Putu Gede Suwitha, S.U sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Sejarah pada Fakultas Ilmu Budaya.

“Kami mewakili seluruh civitas akademika dan karyawan Universitas Udayana mengucapkan selamat kepada para guru besar tetap yang dikukuhkan hari ini,” ujar Prof. Raka Sudewi, dalam acara itu. Rektor mengatakan, pengukuhan guru besar ini tidak seperti biasanya, karena hadirin yang dapat hadir langsung mengikuti prosesi terbatas sesuai penerapan protokol kesehatan mengingat saat ini sedang masa pandemi dan jumlah kasus Covid-19 khususnya di Bali sedang meningkat tajam.

Sebelumnya pada bulan Maret yang lalu Unud telah mengukuhkan lima orang guru besar dan dalam kurun waktu lima bulan ini terdapat satu orang guru besar yang purnatugas dan satu orang guru besar meninggal dunia. Dengan dikukuhkannya sepuluh orang guru besar ini, jumlah guru besar yang dimiliki Unud sebanyak 157 orang. “Dengan ini rasionya telah melampaui 10 persen dari jumlah dosen. Jumlah ini juga kami harapkan dapat meningkat setiap tahunnya,” ujar Prof. Raka Sudewi.

Rektor Unud berharap guru besar yang telah dikukuhkan mampu mengemban tugas dengan sebaik-baiknya, karena dibalik jabatan ini mengandung makna yang besar serta tuntutan tanggung jawab yang lebih besar. Sebagai seorang guru besar diharapkan mampu mengayomi dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat melalui ilmu yang dimiliki serta karya untuk memajukan bangsa dan negara ini. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.