UNBK SMK Ditunda, SMK PGRI 3 Denpasar Rugi Ratusan Juta

Foto: Papan ujian yang terlanjur di pasang pihak sekolah.
250 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan kebijakan untuk menunda Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK untuk mengantisipasi penyebaran virus korona atau Covid-19. Kebijakan itupun akhirnya dijalankan oleh semua SMK dengan menunda pelaksanaan ujian berbasis dalam jaringan ini.

Dari hasil pantauan di SMKN 3 Denpasar, siswa yang terlanjur ke sekolah akhirnya dipulangkan dengan sebelumnya mengisi formulir nomor telepon untuk pembelajaran dari rumah.

“Anak-anak kami buatkan group WhatsApp untuk pembelajaran dari rumah. Sistemnya sama seperti pembelajaran di sekolah, namun dilakukan di rumah. Jadi pembelajaran di sekolah kita aktualisasi di rumah dan diawasi oleh para orangtua masing-masing,” jelas Kepala SMKN 3 Denpasar, AA Bagus Wijaya Putra, Senin (16/3/202″).

Menurutnya, pembelajaran lebih diperkuat dalam jaringan (daring-red). Kendatipun demikian, pembelajaran dari guru tidak akan membebani siswa.

“Kami telah mengingatkan siswa agar belajar di rumah, jangan ke mana-mana dan menghindari kumpul-kumpul. Ingat selalu 4T. Yakni berdoa kepada Tuhan, Tanggap dengan situasi terutama dalam informasi dan menghindari berita hoaks, tunduk kepada pemerintah, dan tunda untuk sementara keinginan kita,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Nengah Madiadnyana mengatakan, pihaknya mengikuti segala perintah dari Pemerintah Provinsi Bali, kendatipun ada plus minus yang harus ditanggung pihaknya.

Pasalnya, pihaknya telah menyiapkan komputer sebanyak 276 unit untuk UNBK, di mana sekolah hanya memiliki 90 unit dan sisanya nyewa.

“Dari segi materi jelas kita dirugikan. Karena di sekolah kami telah menyewa komputer dan juga biaya pengamanan. Saya belum tahu berapa harus saya bayar untuk kerugian itu. Tapi untuk sewa komputer diperkirakan mencapai Rp156 juta. Itu belum termasuk jasa pengamanan, karena harus dijaga,” jelasnya.

Kendatipun demikian, kata dia, yang terpenting dari semua itu adalah tugas dari pihak sekolah menjadi tertunda. Sehingga harus mengulang lagi untuk persiapan siswa dari segi pembelajaran.

“Pembelajaran di rumah dengan sistem daring inikan perlu persiapan lagi. Bahkan, kami harus memulangkan siswa yang ada di dunia udsaha dan industry yang sedang praktek. Namun perintah inikan semua sudah terjadi. Untuk itu ke depannya kami harus melakukan kiat-kiat agar anak-anak tidak putus asa,” ujarnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.