“Tuyul“ Menggerayangi Desa Baha, Uang Hilang Rp1,2 juta, Telapak Tangan Orang Kecil di Kap Mobil

Foto : Korban kemalingan Men Mustika (kanan) ketika ditanya pihak kepolisian di Warungnya Minggu kemarin.
Foto : Korban kemalingan Men Mustika (kanan) ketika ditanya pihak kepolisian di Warungnya Minggu kemarin.
1,178 Melihat

MANGUPURA, posbali.co.id – “Tuyul” diduga masuk ke Warung Men Mustika di Banjar Pengabetan, Desa Baha Mengwi Badung Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 pagi.

I Wayan Mustika, anak korban mengatakan, sekitar dini hari kemarin, sirene mobil kijangnya berbunyi keras. Ketika dilihat, tidak ada siapa-siapa. Ia mematikan serine mobil tersebut dengan memencet kunci mobil, seraya kembali tidur.

Kemarin pagi, Ibunya yang “ngewarung” di depan rumahnya kehilangan uang Rp1 juta, serta istrinya kehilangan uang di dompet sebanyak Rp200.000.-
Anehnya di kap mobil kijang yang berdebu tersebut ada sejumlah telapak tangan orang kecil.

Hal serupa juga ada di kaca belakang mobil. Sementara pintu warung dan barang-barang yang lain masih utuh.

Men Mustika mengatakan, kalau maling biasa, tentu uang dan barang seperti rokok semua diambil. Anehnya, uang hanya hilang satu bendel, sementara yang lain masih utuh.

“Kondisi inilah yang menyebabkan saya percaya dengan tuyul. Hal itu dibenarkan Perbekel Desa Baha Wayan Rusih, sebab di tempat lain, ada warganya pernah melihat anak-anak kecil seperti tuyul,” kata Mustika.

Pagi kemarin, petugas Polsek Mengwi dipimpin Ipda Pol. I Made Sutamia bersama staf reskrim langsung turun ke lapangan melihat TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Pihak kepolisian belum berani memastikan, apakah ini pekerjaan maling (pencuri) atau tuyul. Sebab di satu sisi pintu warung utuh, di sisi lain ada jejak yang aneh.

Bisa saja jejak itu hanya taktik pencuri. Namun kepolisian percaya dengan adanya tuyul di masyarakat, sekalipun sulit membuktikan secara hukum.

“Kami sebagai masyarakat Bali, percaya dengan tuyul. Tetapi kan sulit membuktikan secara hukum. Yang penting, masyarakat kami harapkan tetap waspada,” kata salah seorang anggota polisi dalam rombongan tersebut.

Masyarakat Desa Baha kemarin ramai-ramai ke rumah Mustika melihat jejak maling tersebut, terutama yang ada di kap dan kaca mobil berupa sejumlah tempelan tangan anak kecil.

Perbekel Desa Baha Wayan Rusih mengharapkan warganya selalu waspada, sehingga tidak ada yang kecurian lagi. 021

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.