Tugas Sekolah Selama Pandemi Jangan Memberatkan Siswa dan Ortu!

AA Made Asmara Wijaya
180 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar kembali mengingatkan sekolah untuk tidak membuat kebijakan yang memberatkan siswa dan orang tua (ortu) siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Made Asmara Wijaya, Minggu (31/1/2021).

“Dalam pemberian tugas selama belajar dari rumah, guru tidak boleh memberi tugas dan beban yang melelahkan kepada siswa di luar batas kemampuannya. Seperti tugas menyimak video pembelajaran, dan saat menyimak video disuruh memfoto. Ya kalau orang tua siswa punya HP lebih dari satu, kalau tidak?” katanya.

Agung Wijaya mengungkapkan, Disdikpora Kota Denpasar memutuskan untuk tetap memberlakukan kegiatan belajar dari rumah (BDR) secara daring untuk anak sekolah jenjang TK hingga SMP sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Sementara kegiatan pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan diatur oleh kepala satuan pendidikan masing-masing dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Agung Wijaya mengutarakan, situasi pandemi ini bukanlah suatu hal yang diinginkan dan diharapkan. Tapi dengan adanya wabah ini proses pembelajaran harus tetap berjalan meski guru dan siswa tidak melakukan tatap muka secara langsung seperti sebelum pandemi.

Dia menegaskan, selama pelaksanaan BDR, guru tidak memindahkan beban mengajar kepada ortu siswa. “Kami memahami orang tua di rumah banyak yang tidak memiliki background mengajar secara akademis, tentunya kami menyiapkan strategi yang tidak membebani orang tua,” katanya.

Lebih lanjut Agung Wijaya menjelaskan, dalam pelaksanaan BDR selama pandemi ini, ortu memiliki fungsi menemani anak-anak belajar di rumah. Ortu menggantikan peran guru sebagai pendamping, yakni sebagai pendamping dalam membentuk karakter anak. “Misalnya saat ujian, orang tua harus bisa menjadi pendamping karakter anak, misalnya terkait kejujuran anak dalam mengerjakan soal ujian,” terangnya.

Dia juga menekankan, selama BDR, guru juga tidak memberikan beban tugas yang banyak. Yang paling penting, katanya, adalah kompetensi bisa dicapai oleh seluruh peserta didik.  “Yang terpenting rasa belajar tetap ada meski di rumah. Maka kami tetap menghadirkan rasa belajar di rumah dengan cara yang fun dan tidak memberikan beban tugas yang terlalu banyak,” ungkapnya. tra

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.