Transmisi Lokal, Buleleng Tambah Tujuh Pasien Positif Corona

Gede Suyasa. Foto: rik
452 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Kembali terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di Buleleng melalui transmisi lokal. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng mencatat tambahan tujuh orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang hasil tes swab (tes usap) terkonfirmasi positif terpapar virus Corona. Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, I Gede Suyasa, Selasa (26/5).

Tujuh pasien positif ini berasal dari tiga kecamatan. Dari Kecamatan Gerokgak dengan PDP 66, PDP 67 dan PDP 68 yang masih satu keluarga asal Desa Pemuteran. Mereka diduga terpapar virus Corona karena sempat berkunjung ke daerah transmisi lokal di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

Tiga pasien positif lainnya merupakan warga asal Desa Bondalem yang diberi kode PDP 69, PDP 70 dan PDP 71. Sedangkan satu pasien lainnya adalah warga asal Kecamatan Sukasada yang diberi kode PDP 72. “Kami kembali mengingatkan warga agar waspada untuk menghindari terjadinya kasus transmisi lokal,” seru Suyasa.

Terhadap satu keluarga dari Desa Pemuteran yang terpapar virus Corona, jelasnya, ditemukan dari hasil pelacakan terhadap orang-orang yang sempat melakukan kontak dengan PDP 61. Pasien ini merupakan pasien pertama positif di Kecamatan Gerokgak.

PDP 61 tersebut, ulasnya, sempat berkunjung ke Bondalem pada 29 April lalu, saat kasus penularan Corona di daerah itu sedang masif terjadi. Dari hasil itu, tim Gugus Tugas melakukan pelacakan kepada keluarganya yang sempat melakukan kontak. Hasilnya, ditemukan ada tiga keluarganya di Gerokgak yang juga terpapar Corona. Selain itu, ungkapnya, tempat yang dikunjungi di Desa Bondalem juga dilakukan pelacakan, dan ditemukan terdapat tiga orang yang positif terpapar Corona. Data ini menunjukkan penularan virus akibat kasus transmisi lokal.

“Karantina desa belum kami lakukan, karena sepulang dari daerah transmisi lokal mereka tidak kontak dengan orang lain di wilayahnya. Jadi, penyebarannya di satu titik. Beda dengan Bondalem, kasus penularannya terjadi di kawasan umun, banyak orang yang kontak dan beraktivitas,” jelas Suyasa yang juga Sekda Buleleng itu.

Terkait masih adanya potensi transmisi lokal di Buleleng, dia kembali menegaskan ini adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun seluruh masyarakat Buleleng. Tingkat kedisiplinan seluruh masyarakat sangat diperlukan untuk mengurangi potensi terjadinya transmisi lokal di Buleleng. Masyarakat diminta tidak gegabah jika di daerahnya terdapat kasus penularan Corona. Seperti yang terjadi di salah satu daerah di Buleleng, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif itu diakibatkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan Covid-19.

Kurangnya kedisiplinan, tegasnya, akan berimbas pada kasus transmisi lokal di lingkungan keluarga. Dia mengingatkan di daerah terjadi transmisi lokal, walau karantina desa dibuka, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. Namun, tidak selalu kasus transmisi lokal itu berujung ke karantina desa, harus dilihat dulu kasus penularannya seperti apa, dan apakah masif atau tidak. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.