Tradisi Ngujur Pemilik Kapal di Kedonganan Ringankan Krama di masa Covid-19

ist/ Ketut ‘Lenju’ Suardinata (kiri) dan Wayan ‘Tenja’ Suerta (kanan)
320 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Ditengah pandemi Covid-19, semangat berbagi juga dilakukan oleh pemilik kapal ikan di Kedonganan. Kendati tidak dituangkan dalam bentuk membagi ikan gratis, namun setiap krama adat di Kedonganan yang meminta ikan senantiasa diberikan. Hal tersebut merupakan upaya berbagi yang senantiasa dilakukan oleh nelayan Kedongan yang diistilahkan ‘Ngujur’.

Wayan ‘Tenja’ Suerta dan Ketut ‘Lenju’ Suardinata merupakan salah satu dari 7 nelayan dari Desa Adat Kedonganan yang senantiasa melakukan tradisi ‘Ngujur’. Dimana tradisi tersebut berupa membagikan ikan secara gratis hasil bongkar muat tangkapan, bagi kerama adat Kedonganan yang mau meminta dan mau datang ke pantai langsung. Setiap kali bongkar muat, tradisi ngujur tersebut minimal membagikan ikan sebanyak 600 kg, untuk dipakai lauk pauk sehari-hari. “Tadisi ini sebenarnya sudah sejak dahulu ada sebagai wujud kita berbagi kepada krama adat yang membutuhkan. Bagi krama adat yang minta pasti kita kasih, kalau kita dapat hasil tangkapam dan dia mau datang langsung ke pantai. Kalau tidak dapat, apa men yang kita kasih,”ujar Tenja.

Pihaknya mengaku bersyukur, ditengah pandemi Covid-19 saat ini, tradisi yang terus dilestarikan nelayan asli Kedonganan tersebut bisa bermanfaat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka. Apalagi saat ini sektor pariwisata yang merupakan sektor unggulan di Kabupaten Badung sedang dalam masa lumpuh. Karena itulah upaya berbagi demi kemanusiaan menjadi salah satu yang bisa ia lakukan melalui tradisi ngujur. “Karena yang kita miliki adalah ikan, maka ikan inilah yang kami harap bisa turut meringankan beban krama Desa Adat Kedonganan,”ucapnya.

Diakuinya, tradisi tersebut semakin menggeliat, saat masa pandemi Covid-19 saat ini. Kendati demikian, pihaknya kini menerapkan sosial dan physical distancing, serta penggunaan masker dalam melaksanakan tradisi tersebut. Pihaknya berharap agar tidak ada warga yang serakah, dengan ikut berebut mencari bagian. Sebab berakhirnya pandemi Covid-19 tidak ada yang tahu, sehingga penting untuk bersama-sama menjaga ketersediaan pangan. “Sangat penting untuk bisa mendahulukan krama yang membutuhkan. Kalau memang masih mampu, sebaiknya ikutlah berbagi,”imbaunya.

Selain dalam ngujur, pihaknya juga mengaku telah menerapkan SOP dalam mencegah penularan virus Covid-19 dalam proses penangkapan ikan. Diantaranya memastikan kondisi kesehatan anak buah kapal yang melaut, pengecekan suhu tubuh, menerapkan penggunaan masker dan handzinitizer. Begitupun ketika proses bongkar muat, dimana ABK yang diperkenankan turun ke daratan adalah satu yang ditugaskan mencatat hasil penimbangan ikan, sekaligus untuk berbelanja kebutuhan di kapal. Ketika para ABK turun ke daratan, mereka juga wajib mengisolir diri dan memeriksakan kesehatannya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.