Total Kasus DBD di Kutsel Januari-April Minggu Kedua Capai 729 Kasus

ist/ upaya fogging yang dilakukan Kelian Banjar Ubung Jimbaran bersama warga
725 Melihat
Kelurahan Jimbaran dan Benoa Jadi Yang Tertinggi

MANGUPURA, POSBALI.co.id – Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) mulai melonjak di wilayah Kuta Selatan. Dari data yang diperoleh dari UPTD Puskesmas Kuta Selatan, total jumlah kasus DBD dari awal bulan Januari sampai April minggu ke-2 mencapai 729 kasus. Dimana pada bulan Januari kasus DBD di Kutsel mencapai 20 kasus. Kondisi tersebut kemudian mengalami lonjakan pada bulan Pebruari menjadi 149 kasus, bulan Maret mencapai 297 kasus dan bulan April minggu kedua mencapai 263 kasus.

Menurut keterangan Kepala UPTD Puskesmas Kuta Selatan, dr IGNB Sastrawan Dj.,M.Kes, kasus DBD  di Kutsel memang mengalami peningkatan dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu. Untuk data kasus DBD bulan Januari hingga minggu kedua bulan April tahun 2020 ini, wilayah kelurahan Jimbaran dan kelurahan Benoa menjadi wilayah dengan kasus tertinggi DBD di kecamatan Kutsel setiap bulannya. Sementara kelurahan Tanjung Benoa, Desa Ungasan, Desa Pecatu, dan Desa Kutuh hanya terdapat 2 digit angka kasus DBD. “Dari data yang kita catat, itu hanya kasus yang dirawat di rumah sakit. Sedangkan yang sudah sembuh itu tidak termasuk. Dari bulan Januari hingga saat ini belum ada pasien yang meninggal, kami harap jangan sampai ada pasien yang meninggal dunia karena DBD,”ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya mengaku sudah selalu melaporkan perkembangan tersebut kepada lintas sektor, baik ke Camat, Lurah maupun Perbekel di Kutsel. Tujuannya adalah untuk mengingatkan masyarakat kembali, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD, baik melalui gerakan bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan mengimplementasikan 3M plus maupun fogging. Selain itu pihaknya juga rutin melakukan evaluasi setiap mingguan, terkait perkembangan angka bebas jentik dan perkembangan kasus demam berdarah.

Sabelumnya, pihaknya bersama lintas sektor juga sudah rutin melaksanakan Gertak Gertak PSN. Namun karena saat ini dalam masa Pandemi Covid-19, hal tersebut mengalami sedikit kendala dalam upaya mengumpulkan masyarakat. Kendati demikian, pihaknya bersama lintas sektor mengaku telah rutin mengingatkan masyarakat melalui grup WA. “Gertak PSM kita lakukan terakhir itu kalau tidak salah pada awal bulan Maret. Tapi karena kondisi saat ini tidak memungkinkan, kita sampaikan informasi itu melalui grup WA,”imbuhnya.

Sementara Camat Kutsel, Ketut Gede Artha menerangkan pihaknya bersama UPTD Puskesmas Kutsel sudah menekankan agar masyarakat rutin melaksanakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan melaksanakan gerakan 3M plus. Sehingga ditengah masa pandemi Covid-19, diharapkan kasus DBD di Kutsel tidak bertambah semakin banyak. Selain itu upaya fogging di masing-masing lingkungan, kelurahan dan desa juga rutin dilaksanakan.

Sebagai salah satu wilayah yang mengalami kasus DBD tertinggi di Kutsel, masyarakat di kelurahan Jimbaran diketahui sudah sering kali melakukan upaya fogging. Seperti yang dilakukan klian Banjar Ubung Jimbaran, Made Subagiada. Sejak 2 bulan terkahir, pihaknya bersama kaling dan prajuru banjar sudah 8 kali lebih melakukan fogging ke lingkungan warga banjar Ubung. Selain itu, pihaknya juga terus mensosialisasikan tentang PHBS dan gerakan 3M plus kepada masyarakatnya. “Sejak peralihan musim kita rutin melakukan fogging dan upaya-upaya mengedukasi warga tentang PHBS,”ujarnya sembari menerangan sejauh ini sudah ada 8 orang warganya yang terjangkit kasus DBD. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.