TNI Netral di Pilkada Harga Mati, Pangdam Dengar Paparan Danrem 163/WSA

: Pangdam Mayjen TNI Kurnia Dewantara memberi pengarahan usai mendengar paparan dari Danrem 163/WSA Brigjen TNI Husein Sagaf melalui Vicon
: Pangdam Mayjen TNI Kurnia Dewantara memberi pengarahan usai mendengar paparan dari Danrem 163/WSA Brigjen TNI Husein Sagaf melalui Vicon
66 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Enam Kabupaten/Kota di Provinsi Bali akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 pada tanggal 9 Desember 2020. Helatan politik ini mendapat perhatian khusus Kodam IX/Udayana terutama dari segi keamanan dan kondusifitas wilayah dalam proses tahap pelaksanaan.

“Yang terpenting adalah Netralitas TNI, perlu juga ditekankan kembali kepada seluruh prajurit bukan hanya kepada pasukan yang terlibat di lapangan. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bisa menjadi pedoman untuk penyusunan rencana kedepan yang lebih baik lagi, sehingga pelaksanaan Pilkada khususnya di Provinsi Bali dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” tegas Pangdam Mayjen TNI Kurnia saat mendengar paparan Danrem 163/WSA, Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H. yang digelar secara Video Conference (Vidcon) diikuti para Dandim Jajaran Korem 163/WSA yang di masing masing kabupaten/kota.

Danrem 163/WSA Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., dalam paparan rencana pengamanan, intinya memaparkan secara umum situasi dan kondisi wilayah Bali aman terkendali, namun minusnya sektor perekonomian akibat Covid-19 yang 70 persen tergantung dari sektor pariwisata, akan berpengaruh terhadap pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020.

Data Pemilu dan Pilkada yang digelar sejak Tahun 2014, hampir tidak ada kerusuhan, artinya selama pelaksanaan sebelumnya berjalan aman dan lancar. Sehingga diharapkan pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 di Bali nanti berjalan aman, namun perlu kesiapan dari Korem 163/WSA bersama jajaran.

Danrem juga melaporkan beberapa kerawanan saat tahapan Pilkada diantaranya mulai dari pendaftaran Paslon, kegiatan kampanye, masa tenang, pemungutan suara, penetapan calon terpilih dan saat terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

Menanggapi paparan Danrem, Pangdam memberikan apresiasi atas perencanaan tersebut, namun kedepan harus lebih disempurnakan kembali. Segala potensi-potensi kerawanan yang secara umum di masing-masing Kodim hampir sama, harus diperhatikan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

Lebih lanjut, Pangdam menekankan agar batas-batas kewenangan TNI segera dirumuskan dan dibakukan dalam operasi ini. Jika perlu, Korem membuatkan SOP yang jelas dan dirangkum dalam buku saku yang dibawa oleh setiap prajurit di lapangan, serta juga agar dilaksanakan sosialisasi dan simulasi untuk mekanisme Komando Kendali (Kodal) pada saat permintaan bantuan personel.

Enam kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada Serentak diantaranya Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli dan Kabupaten Karangasem. Hadir mendampingi Pangdam pada saat Vidcon tersebut antara lain Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Asrendam IX/Udayana, Para Asisten Kasdam IX/Udayana, Para Dan/Ka Balakdam IX/Udayana. poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.