Tingkatkan Literasi Generasi Muda, DPD PDI Perjuangan Gelar Lomba Cerdas Cermat Susastra Bali

Foto: Diah Srikandi saat membeberkan Lomba Cerdas Cermat Susastra Bali Tahun 2021.
538 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Di era digitalisasi ini, teknologi informasi sangat berkembang pesat. Bahkan hanya dalam genggaman, informasi dari seluruh belahan dunia dengan mudah didapatkan hanya dengan bermodal telepon pintar alias smartphone. Hal tersebut juga mempengaruhi minat generasi muda dalam belajar Bahasa Bali.

Menyikapi perkembangan tersebut, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali berupaya untuk melestarikan Bahasa Bali dengan menggelar Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widyatarka) Susastra Bali Tahun 2021. Koordinator Provinsi Lomba Cerdas Cermat Susastra Bali Tahun 2021, Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedastra Suyasa Wedastraputri, SE., MM., mengatakan, lomba cerdas cermat ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Bali.

“Lomba ini merupakan implementasi visi ‘Nangun Sath Kerthi Loka Bali’, dimaksudkan untuk meningkatkan literasi generasi muda Bali dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi. Yaitu berkualitas dan berintegritas: bermutu, profesional dan bermoral, serta memiliki jati diri kokoh yang dikembangkan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Krama Bali yang terkandung dalam bahasa, aksara, dan sastra Bali,” beber Srikandi PDI Perjuangan ini, Senin (3/5).

Menurutnya, Bahasa Bali sebagai bahasa daerah yang bertumbuh kembang dalam kehidupan masyarakat Bali berkedudukan sebagai kekayaan budaya nasional yang harus dihormati dan dipelihara keberadaannya. Bahasa Bali memiliki fungsi integral sebagai lambang kebanggaan dan identitas suku Bali, alat komunikasi dan ekspresi keluarga suku Bali, serta pendukung kebudayaan Bali dan agama Hindu. “Bahasa Bali memiliki kekuatan mistik primordial dalam segala macam ritual dan praktik religius di Bali,” imbuhnya.

Diah Srikandi menjelaskan, penggunaan bahasa Bali dalam sebuah ritual verbal adalah untuk mengukuhkan makna tradisional dan menjamin adanya kohesi kultural. Akan tetapi, kohesi kultural yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui bahasa Bali semakin memudar, bahkan rapuh, karena terjadi pergeseran sikap bahasa dan sikap budaya masyarakat Bali, baik yang diakibatkan oleh desakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara maupun bahasa asing dan budaya global.

Menurut dia, dewasa ini muncul keprihatinan tentang masa depan bahasa Bali mengingat menurunnya minat generasi muda Bali untuk belajar berbahasa Bali, berkurangnya jumlah penutur yang mampu menulis dengan aksara Bali, berkurangnya penguasaan anggah-ungguh basa Bali, pengajaran bahasa Bali yang belum sistematis, serta terbatasnya hasil karya sastra berbahasa Bali. “Dalam kehidupan masyarakat Bali saat ini telah terjadi berbagai perubahan akibat perkembangan masyarakat Bali,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut dia perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi yang mampu menerobos batas ruang dan waktu, telah mempengaruhi perilaku masyarakat Bali dalam bertindak dan berbahasa Bali. Kosakata yang digunakan dalam pergaulan masyarakat Bali masa kini amat diwarnai oleh perilaku keilmuan dan kemajuan teknologi.

Sementara itu, beber dia, berbagai kata dan istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi tidak tersedia dalam kosakata bahasa Bali. Di sisi lain, pengungkapan kehidupan masyarakat Bali masa kini memerlukan tatacara dan sistem penyampaian sesuai dengan tatacara dan pemikiran masa kini. Sejalan dengan itu, kosakata bahasa Bali mutakhir amat diperlukan.

“Visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ telah mengantisipasi permasalahan kebahasaan bahasa, aksara, dan sastra Bali dimulai dari regulasi dan legislasi melalui penerbitan Perda Bali Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali; Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, serta Perda Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali,” ujarnya.

Jelas dia, peraturan itu bertujuan untuk mengantisipasi dinamika perubahan masyarakat Bali yang bersifat lokal, nasional, dan global yang berdampak pada keberadaan bahasa, aksara, sastra, dan kebudayaan Bali serta pengembangannya, sekaligus memperkokoh kebudayaan nasional dan mengembalikan Bali sebagai pusat peradaban dunia (Bali sebagai Padma Bhuwana).

“Jadi lomba Cerdas Cermat ini untuk meningkatkan literasi generasi muda Bali dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, yaitu berkualitas dan berintegritas: bermutu, profesional dan bermoral, serta memiliki jati diri kokoh yang dikembangkan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal krama Bali yang terkandung dalam bahasa, aksara, dan sastra Bali. Lomba cerdas cermat ini digadang-gadang sebagai ajang literasi dan moderasi generasi muda Bali di bidang bahasa, aksara, dan sastra Bali serta diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahun dalam rangka memperingati HUT PDI Perjuangan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widyatarka) Susastra Bali Tahun 2021 diikuti oleh siswa/siswi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) yang ada di wilayah Provinsi Bali.

Dalam pelaksanaanya, lomba cerdas cermat ini dimulai dari tingkat kabupaten/kota. Juara I dari masing-masing kabupaten/kota akan menjadi duta kabupaten/kota dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widyatarka) Susastra Bali Tahun 2021 di tingkat provinsi. Lomba di tingkat Provinsi akan menghasilkan Juara I, Juara II, dan Juara III.

Pendaftaran peserta tanggal 21 April sampai dengan 1 Juni 2021 di Kantor DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota masing-masing, technical meeting 3 Juni. Babak penyisihan lomba 5 Juni, dan final 6 Juni. Penyerahan perwakilan juara I di kabupaten/kota ke Kantor DPD PDI Perjuangan Bali pada 7 Juni 2021.

Lomba cerdas cermat di kantor DPD PDI Perjuangan akan dilakukan pada 20 Juni untuk babak penyisihan, sedangkan final tanggal 21 Juni 2021. Sementara untuk penyerahan hadiah bagi pemenang lomba baik tingkat SD, SMP, SMA/SMK atau sederajat, akan dilaksanakan pada penutupan Bulan Bung Karno DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.