Tindak Tegas Trek-trekan Liar di Kuta, Bikin Kerumunan Massa, Taman Median Rusak

: Kondisi taman median jalan di sunset road yang rusak akibat diserbu penonton trek-trekan
: Kondisi taman median jalan di sunset road yang rusak akibat diserbu penonton trek-trekan
259 Melihat

MANGUPURA, POS BALI – Pandemi Covid-19 sepertinya tak membuat ciut aksi kebut-kebutan di jalan raya yang dilakukan sejumlah pemuda. Senin (21/9) dinihari, aksi trek-trekan kembali terjadi di jalan Sunset Road Kuta dan viral di media sosial.

Kondisi tersebut langsung disikapi oleh petugas Tramtib Kecamatan Kuta dengan menelusuri lokasi terkait. Dari informasi di lapangan, aksi trek-trekan tersebut ternyata sering dilakukan kucing-kucingan dengan rentang waktu yang tidak tetap.

Sekretaris Kecamatan Kuta, Made Agus Suantara dikonfirmasi terpisah mengaku sudah menyikapi temuan tersebut dengan menurunkan Kasi Tramtib Kecamatan, untuk mencari tahu informasi di lapangan. Selain dikeluhkan karena membuat suasana tidak nyaman, aksi trek-trekan tersebut ternyata membuat taman median jalan menjadi rusak karena diduduki penonton menyaksikan trek-trekan.

Juga keluhan dari UPT DLHK Badung dan telah disampaikan di kecamatan. “Dari informasi yang diperoleh petugas di lapangan, lokasi trek-trekan itu di sekitaran usaha rumah makan cepat saji di wilayah perbatasan kelurahan Kuta dan Legian. Kejadiannya itu jam setengah 2 pagi,” katanya. Ia mendapatkan informasi dari Kasi Tramtib Kecamatan Kuta, I Nyoman P A Wirayudha.

Pihaknya tidak menampik lokasi tersebut memang kerap menjadi ajang trek-trekan, namun kemudian menghilang setelah dilakukan penertiban. Sayangnya, belakangan ini aksi tersebut ternyata kembali muncul di lokasi yang sama, namun waktu trek trekan tidak tetap. “Kalau ada petugas yang patroli, aksi itu justru tidak ada. Sepertinya pelaku ini sudah memantau pergerakan petugas. Dulu pernah kita pergoki saat patroli, tapi dengan sekejap mereka melarikan diri dan menghilang,”ujarnya.

Dari video yang viral tersebar di medsos, aksi tersebut membuat terjadinya kerumunan mamsa. Hal itu bertentangan dengan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kami masih menggali dan mengumpulkan informasi di lapangan. Tentu ini akan kami sikapi, termasuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait,”imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah Kasatpol PP Badung, IGAK Surya Negara mengaku telah memberikan atensi. Namun karena aksi tersebut menyangkut ranah lalulintas di jalan raya, maka yang lebih berwenang melakukan penindakan adalah pihak kepolisian. Namun pihaknya mengaku siap untuk berkolaborasi dalam melakukan penertiban, sebab aksi tersebut memancing terjadinya kerumunan massa.

Langkah kolaborasi penertiban bersama tersebut diakuinya pernah dilakukan di Kuta Utara, atas permintaan Kapolsek. Untuk itu pihaknya masih menunggu kordinasi dari pihak Kapolsek Kuta, terkait kapan dilakukan sinergi.”Karena aksi itu memancing kerumunan dan melanggar protokoler kesehatan, itu bisa kita ikut tertibkan bersama pihak kepolisian. Jadi yang trek-trekan ditindak kepolisian, yang melanggar protokoler kita yang menindak. Pada intinya kerumunan masa tidak boleh karena melanggar sosial distancing, itu pasti kita bubarkan dan tindak,” tegasnya. 023/003

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.