Timor Leste Sempat Minta Transit Pesawat Charter Evakuasi Mahasiswa Eks Wuhan di Bandara Ngurah Rai

1,194 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id -Kementerian Kesehatan negara Timor Leste diketahui sempat mengajukan permintaan untuk mendaratkan pesawat charter yang mengangkut 17 mahasiswa dari Beijing, China di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada tanggal 30 Januari 2020. Permintaan tersebut dilayangkan pihak Timor Leste ke Kedutaan RI di Dili dengan nomor B-00057/Dili/200130. Berkaitan dengan hal itu pihak Otban wilayah IV mengaku telah mengelar rapat dengan Pemprov Bali pada Senin (3/2) siang, hasilnya permintaan tersebut secara tegas ditolak dalam rapat.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Elfi Amir menerangkan dari hasil rapat yang digelar di kantor Gubernur Bali pada Senin (3/2), ad 4 point empat point pertimbangan penolakan. Pertama, perkembangan penyakit yang disebabkan oleh virus 2019 Cov sudah memasuki fase kedaruratan kesehatan global atau publik health emergency of Internasional concern (PHEIC). Kedua, Bali sebagai daerah pariwisata sangat sensitif terhadap isu tersebut dan sangat rentan terhadap terjadinya infeksi virus Corona. Ketiga, bahwa kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar diprioritaskan pada upaya deteksi dini terhadap masuknya virus 2019 NCov ke Bali sebagai salah satu pintu masuk Indonesia. Ke empat, sesuai hasil rapat terbatas Presiden pada Minggu (2/2) lalu, salah satu point instruksi adalah pendatang atau wisatawan dari China sementara dilarang atau transit di Indonesia. “Pada point kelima, dipastikan semua usulan dari pemerintah Timor Leste itu tidak dapat dipenuhi. Sehingga, dipastikan rencana Timor Leste dalam mengevakuasi mahasiswa ke Bali itu tidak akan terjadi,”terang Elfi Amir.

Dipaparkannya dalam permintaan tersebut ada beberapa point yang tercantum didalamnya. Pertama pemerintah Timor Leste melalui kementerian kesehatan mereka menyampaikan terkait rencana evakuasi 17 mahasiswa Timor Leste eks Wuhan, yang telah di evakuasi ke Beijing dan akan dievakuasi menggunakan pesawat charter melalui bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Tuban. Kedua, sehubungan dengan fasilitas yang belum memadai di Timor Leste dan masih dilakukan pembenahan beberapa waktu kedepan, pemerintah Timor Leste meminta bantuan pemerintah Indonesia agar otoritas karantina Indonesia, kantor Kesehatan Pelabuhan dapat memberikan bantuan fasilitas karantina selama 2-3 pekan kedepan terhadap mahasiswa eks Wuhan sebelum diberangkatkan lagi ke Timor Leste. Dimana seluruh biaya yang ditimbulkan nantinya akan ditanggung pihak Timor Leste. Sedangkan ketiga, pihak Timor Leste memohon bantuan dan kesediaan dari pemerintah Indonesia atas permintaan dari Timor Leste. Keempat, pihak Timor Leste akan mengirimkan nama-nama mahasiswa yang setelah adanya kesepakatan pesawat charter yang akan membawah mahasiswa tersebut ke Bandara Ngurah Rai. GAY

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.