Tiga Akomodasi Mangkir dari Panggil SatPol PP Badung, Satu Akomodasi Perizinan Lengkap

Foto : Pemanggilan usaha The Elysian Boutique Villa Hotel ke kantor Satpol PP Badung. ist
Foto : Pemanggilan usaha The Elysian Boutique Villa Hotel ke kantor Satpol PP Badung. ist
82 Melihat
MANGUPURA, posbali.co.id – Panggilan Satpol PP Badung kepada 4 akomodasi wisata yang dipanggil Jumat (11/1) kemarin ternyata hanya dihadiri oleh satu akomodasi wisata saja, yaitu The Elysian Boutique Villa Hotel yang tersandung iklan promosi tempat untuk gay. Sementara 3 akomodasi wisata lainnya, yaitu Balangan Paradise Sunset Warung yang terindikasi melanggar sempadan pantai dan Garden Bay View Villas (Formerly Tjendana Villas Nusa Dua) yang terindikasi melanggar tebing masih mangkir dari panggilan, tanpa ada keterangan kejelasan. Termasuk Villa Dilen yang mengiklankan dirinya sebagai tempat khusus gay juga mangkir dari panggilan.
Kabid Penegak Perda Satpol PP Badung, AA Oka Ambara Dewi dikonfirmasi via telepon menerangkan, untuk pihak The Elysian Boutique Villa Hotel sudah mengklarifikasi perizinan yang dimiliki. Dimana perizinan akomodasi terkait diketahui sudah lengkap dan sesuai dengan peruntukannya. Mereka juga mengklarifikasi bahwa vila terkait tidak peruntukan untuk gay, tapi sifatnya umum. “Pihak Elysian sudah membawa dokumen perizinan lengkap. Setelah kita cek semua terpenuhi dan tidak ada pelanggaran. Mereka juga sudah mengklarifikasi bahwa tempat mereka untuk umum, bukan untuk gay,”terang Ambara Dewi.
Sementara untuk 3 akomodasi lainnya yang mangkir dari panggilan, pihaknya mengaku akan segera melayangkan Surat Panggilan kedua. Dimana rentang waktu pemberian surat pemanggilan pertama itu rentangnya dalam waktu seminggu. Namun jika usaha tersebut tetap mangkir dari panggilan, maka surat peringatan ketiga siap dilayangkan.
“Jadi kami mengecu kepada SOP yang berlaku,”imbuhnya.
Sementara Kasatpol PP Badung, IGAK Surya Negara, menerangkan yang menjadi fokus pemeriksaan pihaknya adalah pengecekan pada kelengkapan perizinan akomodasi terkait. Hal itu mengacu pada ranah dari pol PP yang menyasar penertiban berdasarkan Perda dan Perbup ketertiban umum. Sementara terkait apakah usaha tersebut diperuntukan untuk gay, hal itu menyangkut pelanggaran nilai norma sosial dan benturan dengan adat budaya masyarakat timur. Hal itu diakuinya tentu sulit untuk ditindaklanjuti pihaknya, sebab secara regulasi hal itu tidak ada yang mengaturnya dan bukan menjadi ranah pihaknya. Kendati demikian pihaknya mengaku tetap mengatensi hal itu, namun mengacu kepada kelengkapan perizinan. “Kalau untuk menyangkut pelanggran norma sosial, itu yang lebih pas memberikan pembinaan adalah Pariwisata, asosiasi vila dan PHRI. Karena itu menyangkut ranah privasi dan individu, kalau kita di ranah perizinan dari aspek legal hukum,”ujar Surya Negara.
Berawal dari hal tersebut, pihaknya berharap instansi dan lembaga terkait juga ikut bergerak menindaklanjuti hal tersebut. Sebab promosi semacam itu dinilai kurang cocok dan bertentangan dengan norma sosial dan adat budaya di Bali. Dimana pariwisata Bali berlandaskan adat, budaya dan alam. “Kami harap agar tidak ada promosikan seperti itu, sebab pada dasarnya akomodasi wisata itu secara umum. Kita juga berharap agar akomodasi wisata ini masuk kedalam asosiasi, sehingga ada pembinaan dan arah promosi yang jelas. Bukan malah menjual hal yang tidak sesuai norma dan budaya kita,”harapnya.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Made Badra mengimbau kepada pihak akomodasi wisata untuk melakukan promosi yang bertentangan dengan konsep pariwisata Bali yang berlandaskan pada budaya. Selain itu pihaknya juga meminta semua pihak untuk ikut serta melakukan pengawasan, sehingga aktivitas pariwisata yang menyimpang dari budaya Bali, tidak malah berkembang. “Semua pihak harus bersinergi menyikapi ini. Jangan lagi kecolongan,” tegas Badra.
Pihaknya sendiri mengaku akan berupaya menyikapi permasalahan tersebut melalui komunikasi dengan organisasi-organisasi pariwisata. Termasuk melalui gathering yang akan dilaksanakan tidak lama lagi. Melalu gathering promosi pariwisata itu, para asosiasi akan dikumpulkan. Termasuk di antaranya asosiasi vila yang ada di wilayah Kabupaten Badung. “Jadi di sana akan coba saya sisipkan soal itu. Sehingga asosiasi, juga bisa ikut melakukan pengawasan,”imbuhnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*