Tidak Penuhi Standar Prokes, Enam Toko Ditempeli Stiker Merah

Penempelan stiker di salah satu tempat usaha yang tidak memenuhi standar prokes oleh tim yustisi, di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Selasa (27/10).
117 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Penegakan pendisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya memutus atau meminimalisasi penyebaran Covid-19 digencarkan oleh Tim Yustisi Kabupaten Buleleng. Pada Selasa (27/10), tim yustisi Kecamatan Gerokgak terdiri dari Polsek, Koramil 1609-08, dan Satpol PP, menyasar sejumlah tempat usaha yang ada di wilayah Desa Pejarakan dan Desa Sumberklampok dengan sasaran pelaku usaha, toko, dan warung.

Dalam operasi yang dipimpin Wakapolsek Gerokgak AKP Made Suratman ini petugas menemukan beberapa tempat usaha yang tidak menerapkan standar prokes. Enam tempat usaha (toko) pun ditindak tegas oleh petugas karena tidak menerapkan standar prokes sesuai Perbup No. 41 Tahun 2020. Sebagian besar lantaran toko-toko itu tidak menyediakan sarana cuci tangan untuk pengunjung.

Tim yustisi mengambil tindakan berupa sanksi administrasi tertulis berupa penempelan stiker hijau maupun stiker merah kepada toko yang melanggar. Rinciannya, di Desa Pejarakan sebanyak 4 toko menerima stiker merah dan 1 stiker hijau. Selanjutnya di Desa Sumberklampok ada 2 toko yang diberikan stiker merah karena belum memenuhi standar prokes pencegahan Covid-19.

Kapolsek Gerokgak, Kompol Made Widana, mengatakan, operasi yustisi ini dilakukan dengan mengedepankan edukasi terhadap masyarakat baik perorangan maupun pelaku usaha untuk mematuhi prokes. “Operasi ini memang menyasar tempat usaha yang belum penuhi standar prokes dan diberikan sanksi oleh tim yustisi,” katanya.

Ia menerangkan, tempat usaha dikenakan sanksi karena belum melengkapi sarana prokes seperti menyediakan tempat cuci tangan. Bagi pelaku usaha yang diberikan peringatan tapi ke depan tetap melanggar saat kembali disidak, maka akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp1 juta.

“Pemasangan stiker ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha untuk disiplin terhadap prokes. Jadi, seluruh masyarakat harus bisa memahami dan saling mengimbau, wajib menerapkan prokes kepada individu dengan memakai masker,” kata Kompol Widana.

Tempat usaha yang ditempeli stiker karena belum menerapkan standar prokes diharapkan segera melengkapi sarana prokes berupa tempat cuci tangan. Hal ini sesuai dengan Pergub Bali No. 46 Tahun 2020 dan Perbup Buleleng No. 41 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Virus Covid-19. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.