TI Bali ke Pra-PON Loloskan 10 Atlet ke PON, Gunakan Dana Sendiri, tanpa Bantuan KONI Bali

Ket foto : Sejumlah atlet TI Badung.
Ket foto : Sejumlah atlet TI Badung.
264 Melihat

MANGUPURA, posbali.co.id – Setiap cabang olah raga berjuang ke pra-PON bersama atletnya guna menuju PON Papua 2020, biasanya dapat bantuan dana dari KONI, sekalipun tidak sepenuhnya. Namun Cabor Taekwondo Indonesia (TI) Bali belum lama ini menuju pra- PON Jakarta mengirim 21 atlet dengan 5 pelatih menghabiskan dana Rp120 juta, menggunakan dana swadaya. Hasilnya, Pengurus Provinsi TI Bali meloloskan 10 atletnya ke PON Papua di antaranya 8 atlet asal Badung, satu atlet asal Klungkung dan satu atlet asal Gianyar.


Ketua Harian TI Bali Made Muliasa mengatakan Selasa (3/12), bahwa sebelum Pengprov TI diserahkan dari Gung Lan Ananda kepada Plt I Ketut Sugiarta bulan September lalu (sebelum Porprov Tabanan), ia mendengar dana pra –PON sudah diserahkan kepada Pengurus TI Bali sebelumnya. Namun dana sebanyak Rp100 juta untuk Pra-PON tidak mau diserahterimakan kepada Pengurus baru.
Atas dasar itu, TI Bali pimpinan Sugiarta ke pra-PON dengan meloloskan 10 atlet ke PON tanpa satu sen pun menggunakan dana KONI.


Ia mengatakan, PB TI dalam SK penunjukkan Plt yang baru sudah menyebutkan supaya pengurus lama menyerahkan segala asset dan dana yang ada kepada Plt Ketua Umum Pengprov yang baru, namun hal itu tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Kepada wartawan melalui wasthap (WA) Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi mengatakan, KONI Bali belum pernah memberikan dana TC untuk semua cabang olahraga. Dana yang diberikan selama ini adalah dana untuk pra-PON, termasuk dana untuk TI sudah diserahkan sebelum ada pergantian pengurus. Ia tidak menyebut jumlahnya, namun sumber lain menyebut sekitar Rp100 juta.


Di bagian lain, sejumlah pengurus Cabor yang meloloskan atletnya ke Papua minta kepada KONI Bali supaya mengirim semua atlet tersebut, apalagi atlet perorangan yang lebih memiliki peluang meraih medali. Pengurus Cabor yang tidak mau disebut namanya mengatakan, ia mendengar KONI akan memangkas beberapa atlet tersebut, sekalipun sudah lolos pra – PON. “Kalau ada pemangkasan, sebaiknya yang kena pangkas atlet beregu seperti basket dan sepakbola, sebab team tersebut susah meraih medali. Sementara atlet bela diri seperti Judo, karate, silat tarung derajat, taekwondo, catur, tinju, atletik, ski air, balap sepeda dll, memiliki peluang besar meraih medali,” kata sumber pengurus cabor provinsi tersebut. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.