TI Bali Bekukan dan Ganti Lima Ketum TI Kabupaten, Buntut Tak Akui Plh. Ketum TI Bali

Foto : I Ketut Sugiarta, plh Ketum TI Bali.
849 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id –  Sesuai dengan perintah Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Pelaksana Harian (Plh) Pengprov TI Bali bertindak tegas terhadap sejumlah Pengkab TI Kabupaten di Bali.

Dalam sejumlah keputusan yang dikeluarkan Plh. TI Bali Ketut Sugiarta tertanggal 13 Januari 2020,  ia mengganti Ketua Umum Pengkab TI Jembrana, Karangasem, Klungkung, Tabanan dan Pengkab TI Bangli. Mereka dianggap secara sendiri sendiri, maupun bersama-sama membentuk presidium TI Bali  dan melakukan Musprovlub TI, sekaligus tidak mengakui keberadaan Plh Pengprov TI Bali Ketut Sugiarta, yang ditunjuk PB TI di Jakarta.

Penunjukan  PBTI untuk Plh Ketum Pengrov TI Bali sebelumnya adalah menggantikan Ketum TI Bali Lan Ananda yang sudah berakhir masa jabatannya.

Ke lima Pengkab yang dibeukan dan diganti itu, dipersalahkan melanggar sejumlah pasal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga TI serta peraturan organisasi. Angaran Rumah Tangga TI Bab VIII pasal 14 ayat 8 mengatakan: “Apabila pengutrus Kabupaten/Kota Taekwondo Indonesia melanggar Anggaran Dasar dan ART Taekwondo Indonesia dan keputusan organisasi lainnya, maka Pengprov dapat membekukan dan mengambil alih Kepengurusan Kabupaten/Kota tersebut”.

Kelima Pengkab TI yang dibekukan sekaligus diganti dengan menunjuk Plh Ketum, (Pelaksana Harian Ketum) adalah:  Pengkab TI Jembrana I Gusti Ngurah Putra Tri Aryanatha, digantikan oleh Plh I Ketut Eko Susila, Pengkab TI Karangasem I Gede Putu Bimantara Putra, SH diganti oleh Plh. I Wayan Mustika.

Selanjutnya Ketum Pengkab TI Klungkung I Komang Suprapta SH digantikan oleh Anak Agung Gde Agung Dwipa Atmaja , SE.  Pengkab TI Tabanan Made Adi Widyatmika digantikan oleh I Gusti Agung Ngurah Gede Wesnawa, SH, dan Ketum Pengkab TI Bangli I Ketut Bakuh SH.MH digati Plh I Made Sarjana SP.Msc.

Ketut Sugiarta mengharapkan Ketua Umum KONI Kabupaten yang ketua cabornya  di Plh-kan, dapat membantu sesuai apa yang dilakukan Ketua KONI Denpasar di mana mengamankan keputusan dan mengakui Pengurus Plh. Provinsi TI dan keputussn PB TI di Jakarta.

Sugiarta akan mengajak mereka yang selama ini bersebrangan, untuk bersama-sama membesarkan Cabang Olahraga TI di Bali, sekaligus  meningkatkan prestasi taekwodowin (atlet TI) melalui event-event olahraga mendatang.

“Kegiatan PON sudah semakin dekat. Kami berharap atet TI Bali yang sudah lolos pra-PON semua dapat dikirim ke Papua memperkuat kontingen Bali,” kata Ketut Sugiarta yang pensiunan Angkatan Darat dengan pangkat Kolonel itu.

Ia juga mengatakan, akan segera melakukan Musprov TI Bali, sehingga tidak lagi ada istilah Pelaksana Harian Ketua Umum dalam kepengurusan orgnisasi olahraga itu.  

Di bagian lain Ketu Umum KONI Badung Made Nariana, yang diminta masalah TI Bali itu, tidak mau banyak komentar.  

Ia mengatakan, itu urusan inetrenal Cabor bersangkutan. “Bagi saya yang penting secara vertikal sah diakui pengurus provinsi dan pengurus pusat. Tanpa pengakuan itu, atlet tidak akan dapat bertanding di tingkat nasional apalagi internasional,” kata Nariana.  021

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.