Tes GeNose Tidak Berlaku, Masuk Bali via Bandara Wajib Swab PCR

Mulai Rabu (30/6/2021), penumpang masuk Bali wajib mengantongi Swab dengan hasil negatif. Tes GeNose kini tidak diberlakukan lagi.
257 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Gubernur Bali, Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 08 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Senin (28/6/2021).

“Kami melakukan pengetatan di pintu masuk bagi pelaku perjalanan dalam negeri, khususnya untuk mereka yang melalui transportasi udara persyaratan mengantongi Swab PCR dengan hasil negatif, sedangkan darat dan laut itu diberlakukan antigen. Kalau Swab PCR itu tentu lebih baik. Tidak lagi diberlakukan dengan GeNose,” kata Koster saat mengikuti Weekly Press Briefing, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif via YouTube.

Dikatakan, untuk melengkapi bahwa hasil negatif tersebut tidak palsu, harus dilengkapi dengan QR Code. “Karena terus terang ada yang memalsukan surat ini dengan membayar, sehingga tanpa melalui tes itu mendapatkan surat keterangan Swab berbasis PCR. Ini diingatkan betul oleh bapak Menko Maritim,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga menegaskan Work from Bali (WFB) tidak ada kaitannya dengan penambahan kasus terkonfirmasi positif di Bali. “Itu karena seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat. Tapi tidak signifikan, karena sudah divaksin,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana mengatakan, SE merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Coronavirus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

“Beberapa ketentuan dalam SE No. 8 Tahun 2021 masih sama dengan SE sebelumnya. Diantaranya kegiatan operasional warung makan dan pusat perbelanjaan yang masih diizinkan berlangsung sampai pukul 22.00 WITA dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat,” kata Gede Pramana seperti siaran pers yang diterima Redaksi POS BALI.

Dijelaskan, dalam SE ini masyarakat juga diwajibkan untuk melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Yakni penerapan 6M, memakai masker dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan. “Masyarakat juga diimbau agar tidak berkerumun dan membatasi aktivitas di tempat umum/keramaian,” jelasnya.

Dia menambahkan, hal yang berbeda dari SE sebelumnya adalah ketentuan bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). Kata dia, pelaku perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. “Hasil negatif uji rapid tes antigen sementara tidak berlaku bagi PPDN dengan transportasi udara,” lanjutnya.

Sementara bagi PPDN yang menggunakan transportasi darat dan laut, kata dia, wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji rapid test antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. “Sebelumnya surat keterangan berlaku paling lama 3 x 24 jam,” imbuhnya.

“Untuk menunjukan keakuratan dan memastikan keaslian hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji rapid test antigen, surat keterangan tersebut wajib dilengkapi dengan barcode atau QR Code,” tegas mantan Kadis Perumahan dan Permukiman Provinsi Bali.

Pengguna transportasi udara juga tetap diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Anak di bawah usia lima tahun juga tetap tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau uji rapid test antigen. “Edaran ini mulai berlaku pada hari Senin, tanggal 28 Juni 2021 sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut,” pungkas Pramana. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.