Terkait PTM, Arya Wibawa Minta Semua Pihak Ikut Lakukan Pengawasan

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, diwawancarai usai memberikan pengarahan kepada kepala SMP se-Denpasar, Senin (27/9/2021).
82 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Menindaklanjuti Inmendagri No. 43 Tahun 2021 dan Perwali No. 29 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, memberikan pengarahan kepada seluruh kepala SMP se-Kota Denpasar pada Senin (27/9/2021) di Aula SMPN 10 Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa meminta semua pihak ikut melakukan pengawasan sehingga pembelajaran tatap muka bisa berjalan efektif.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut, Pj. Sekda Kota Denpasar I Made Toya, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai, Kabid SMP Disdikpora AA Wiratama, Perwakilan Dinas Kesehatan, dan OPD terkait lainnya.

Ketua Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Denpasar, I Wayan Murdana, mengatakan tujuan mendatangkan seluruh kepala SMP se-Kota Denpasar baik negeri maupun swasta karena akan dilaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang dimulai 1 Oktober 2021, sehingga ada persamaan persepsi antar kepala sekolah. “Karena PTM akan dimulai 1 Oktober, maka dari itu diharapkan setiap SMP melengkapi administrasi PTM dan sarana prasarana sesuai penunjang pembelajaran sesuai protokol kesehatan dan pelaksanaan dilakukan secara berjenjang,” kata Murdana.

Wawali Arya Wibawa mengatakan, dalam Perwali 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi disebutkan bahwa pengelola pendidikan yang akan menyelanggarakan PTM harus mendapatkan kan izin PTM dari Wali Kota melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Selain itu, wajib melengkapi berbagai persyaratan terkait dengan sarana dan prasarana protokol kesehatan.

“Sekolah diwajibkan memetakan ruangan, pengaturan jam kedatangan dan pulang siswa agar tidak berkerumun, dan kesiapan guru yang telah tervaksin. Dan yang paling penting juga mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut dia menekankan, jika ada orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya ikut dalam PTM ini, pihak sekolah harus juga menyiapkan opsi pembelajaran secara daring. “Kepada seluruh SMP di Kota Denpasar mengutamakan penyeimbangan antara sisi kesehatan siswa, terlaksananya pemenuhan pendidikan yang efektif, dan juga ikut bersama-sama mengendalikan Covid-19. Untuk itu, semua pihak juga harus melakukan pengawasan sehingga pembelajaran tatap muka bisa berjalan efektif,” katanya.

Diharapkan terlaksananya PTM tidak menimbulkan klaster baru sehingga perlu adanya kerja sama antara kepala sekolah, komite sekolah, dan OPD terkait untuk mempersiapkan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat.

Wawali Arya Wibawa menambahkan, jika terjadi klaster baru, maka pelaksanaan PTM akan dihentikan di SMP tersebut dan pembelajaran akan dilaksanakan secara daring. “Now or never, sekarang atau tidak akan pernah. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama-sama bagaimana di satu sisi pemenuhan kualitas pendidikan yang baik, tetapi di sisi lain pengendalian Covid-19 harus juga dilaksanakan dengan baik,” pungkas Arya Wibawa. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.