Terdakwa Kasus Jual Beli Saham PT BRM Bacakan Pledoi

Foto: Kuasa hukum Suryadi membacakan Pledoi pada sidang kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dalam surat jual beli saham PT BRM.
Foto: Kuasa hukum Suryadi membacakan Pledoi pada sidang kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dalam surat jual beli saham PT BRM.
746 Melihat

DENPASAR, POS BALI– Suryadi, salah satu terdakwa kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dalam surat jual beli saham PT Bali Rich Mandiri (BRM), membacakan pledoinya pada persidangan di Pengadilan Negeri Gianyar, Selasa (5/11).

Pledoi ini dibacakan sendiri oleh Suryadi, dan selanjutnya secara bergantian dibacakan tim penasihat hukum terdakwa, yakni Bali Dalo, SH, Dedi Putra Laksana, SH., MH dan Abednego Hasibuan,SH. 

Pada pledoi ini, terdakwa Suryadi menyuarakan kegundahan karena dituding melakukan transaksi fiktif surat jual beli saham PT BRM, hanya karena waktu dan tempat transaksi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Dalam Pledoi itu, diisebutkan yang seharusnya disalahkan adalah Hartati, istri almarhum Rudy Dharmamulya (pemilik saham PT BRM) yang menjual saham itu. “Kalau permasalahan administrasi ini dipermasalahkan kenapa bukan menjadi kesalahan Hartati yang jelas-jelas menjual sesuatu yang belum menjadi miliknya?” demikian Suryadi mempertanyakan di depan persidangan yang diketuai diketuai Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti SH MH.

Suryadi menyebut Hartati-lah yang menyuruh notaris untuk menyiapkan seluruh dokumen jual beli saham PT BRM. “Kalau permasalahan administrasi ini dipermasalahkan kenapa bukan menjadi kesalahan Hartati yang jelas-jelas menyuruh Notaris mempersiapkan semua dokumen-dokumen jual beli ini?  

Kenapa kesalahan administrasi ini malah ditimpakan oleh jaksa penuntut umum kepada kami yang jelas-jelas tidak pernah berhubungan langsung atau menginstruksikan hal tersebut kepada notaris? Dan kenapa pula kesalahan administrasi ini menjadi tuduhan tindak pidana?,” katanya.

Ia mengatakan, semua arahan dan permintaan Hartati dituruti oleh para pihak, dan pihaknya melakukan atas dasar iba kepada Hartati yang baru saja ditinggalkan oleh almarhum Rudy yang notabene adalah seorang sahabat dan mitra kerjanya. “Apakah belum juga jelas bagi jaksa penuntut umum bahwa hal tersebut murni dilakukan dalam rangka membantu Hartati? Mengapa itu dipersalahkan, sedangkan dalam peraturan kenotariatan bahwa hal penanggalan dilakukan setelah semua berkas atau tanda tangan telah komplit jelas diperbolehkan,” tegasnya.

Selanjutnya, Suryadi mengungkapkan sejumlah kesaksian palsu Hartati, antara lain: dari surat penetapan warisnya yang mencantumkan Kristina dan Alvin Giri Putra sebagai keponakan Hartati padahal sesuai kenyataan yang jelas diketahui dan dari hasil BAP di Polda Bali, keduanya sudah mengakui tidak memilki hubungan saudara dengan Hartati.

Kristina adalah anak dari Robby Arif seorang kenalan almarhum Rudy Dharmamulya dan Alvin Giri Putra adalah pacar dari Kristina. Bagaimana status tersebut bisa berubah menjadi keponakan? Apakah Hartati seorang sarjana dokter gigi tidak tahu apa itu keponakan?. Tentu ini adalah kesaksian palsu yang kerap kali dilakukan oleh Hartati dan terus dilakukan karena sampai saat ini dia nampaknya kebal dari hukum. 010

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.