Terbukti Tipu BPR, Ayu Dewi Hermayanti Dipidana Empat Bulan Penjara

Terdajkwa Ayu Dewi Hermayanti saat mengikuti sidang di PN Denpasar
Terdajkwa Ayu Dewi Hermayanti saat mengikuti sidang di PN Denpasar
93 Melihat

DENPASAR, POS BALI — Majelis Hakim PN Denpasar yang dipimpin  Wayan Rumega SH., menjatuhkan pidana penjara empat bulan terhadap terdakwa Ni Luh Putu Ayu Dewi Hermayanti karena dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan bank.

Terdakwa asal Banjar Dalam Pejaten, Kediri Tabanan tersebut dinyatakan melanggar pasal 378 KUHP. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan SH yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana enam bulan penjara. Salinan putusan juga diunggah  di website PN Denpasar.

Siswo Sumarto, SH dari Bhumi Law Office, Kuasa Hukum BPR Dewata Candradana, berdasarkan Salinan putusan membeberkan, modus yang dilakukan Dewi, mencari kredit di bank lalu menginvestasikan uang pinjaman tersebut ke koperasi dengan imbalan bunga satu persen cash back tiga persen per bulan.

Kejadian berawal tahun 2017 dimana  nasabah atas nama Ni Luh Putu Ayu Dewi Hermayanti ajukan kredit di Bank Perkreditan Rakyat Dewata Candradana.  Seperti lazimnya pihak bank memproses adminitrasi sebelum melakukan akad kredit. Perjanjian kredit  ditandatangani nasabah bersama suami, I Gede Made Agung Wesnawa. “Pinjaman nasabah Dewi Hermayanti Rp 2,2 miliar. Jaminan tanah tiga SHM. Awalnya lancar pembayaran. Hanya pada bulan Mei 2018 pembayaran mulai macet dan itu pembayaran yang terakhir,” kata Siswo Sumarto di Denpasar, Kamis (15/7) sembari menjelaskan saat mengajukan kredit, di proposal tertulis dana untuk pengembangan usaha dan penambahan modal “Ternyata dananya dipakai investasi di koperasi dengan bunga tinggi. Bank memberi kredit dengan analisa dari keterangan proposal bohong. Ini kan penipuan yang profesional. Bisa jadi mereka punya jaringan,” duga Bowo sapaan akrabnya

Lanjutnya, karena macet, bank kemudian melakukan pendekatan dan pembinaan kepada nasabah. Tapi tak dihiraukan. Nasabah ini malah menggugat bank secara perdata tahun 2018 di PN Denpasar. Kalah di PN Denpasar nasabah ajukan banding di Pengadilan Tinggi tahun 2020. Kalah juga di banding namun masih ajukan kasasi di MA.  Saat dilakukan  pembinaan oleh pihak bank, nasabah Dewi mengatakan dana itu dipakai untuk investasi di koperasi karena terbuai dengan bunga tinggi di koperasi KSP Maha Agung Mandiri.

Ia menambahkan, banyak cara dipakai menipu bank. Mengajukan pinjam untuk bisnis, setelah kredit dicairkan bukan malah dipakai  bisnis, tapi dipakai untuk kepentingan lain termasuk mendepositokan ke koperasi.   Kasus semacam ini telah muncul dalam lima tahun terakhir, dengan modus melakukan pinjaman di bank kemudian uang diiventasikan di pinjaman online atau koperasi dengan bunga tinggi. 003

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.