Terapkan Penanganan Khusus Penumpang Korsel dan Atensi Jalur Penumpang Terminal Domestik

ist/pemeriksaan penumpang di jalur khusus kedatangan wisatawan Korsel
264 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Pasca dikeluarkannya kebijakan sementara oleh Kemenlu RI, pertanggal 8 Maret pukul 00.00 Wib, terkait 3 negara tambahan yang dipantau ketat karena kenaikan signifikan kasus COVID-19 (corona virus), yaitu Iran (khusus wilayah Taheran, Qom dan Gilan), Korea Selatan (kota Daegu dan propinsi Gyeongsangbuk do) dan Italia (wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont). Manajemen Bandara Ngurah Rai, Senin (9/3) mulai memberlakukan penanganan khusus, terhadap penumpang yang berasal dari penerbangan Korea Selatan.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado menerangkan,  kebijakan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan berbagai instansi, untuk mengantisipasi potensi penyebaran Virus Corona melalui penumpang yang berasal dari Korea Selatan. Pasalnya dari 3 negara yang mendapatkan perhatian pemerintah, bandara Ngurah Rai hanya memiliki rute penerbangan langsung dari Korea Selatan. Perhari, ada 6 penerbangan direct rute dari dan ke Bandar Udara Incheon di Seoul. Dua diantaranya merupakan penerbangan dari Garuda Indonesia dan empat penerbangan lainnya dari Korean Air.

Dipaparkannya, penumpang penerbangan rute internasional yang berasal dari Korea Selatan kini diharuskan melalui jalur pemeriksaan khusus saat memasuki Terminal Kedatangan Internasional. Pada jalur pemeriksaan tersebut, personel dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar (KKP) akan memeriksa kondisi fisik dari para penumpang yang baru turun dari pesawat yang berasal dari Korea Selatan. “Personel dari KKP akan melakukan pemeriksaan dengan thermal scanner, terhadap penumpang yang baru turun dari penerbangan yang berasal dari Korea Selatan. Penumpang juga diwajibkan untuk mengumpulkan Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan/HAC),”terangnya.

Selain rute khusus, pihaknya juga mengaku telah menyiapkan parking stand khusus untuk pesawat asal Korea Selatan, serta jalur pelayanan keimigrasian khusus, conveyor belt khusus, serta jalur kepabeanan khusus untuk penumpang yang baru turun dari pesawat yang berasal dari Korea Selatan. Untuk jalur yang dilewati oleh penumpang yang masuk dalam kategori tersebut, pihaknya juga langsung melakukan proses desinfeksi sebagai wujud eskalasi langkah pencegahan.

Ditambahkannya, kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemenlu tersebut juga berlaku bagi cabin crew tiap-tiap maskapai. Jika ditemukan penumpang suspect virus tersebut, pihaknua telah menyiapkan ruang pemeriksaan lanjutan. Seandainya  dipandang perlu, pihaknya akan merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit rujukan. Sebab ia juga telah menyiapkan mobil ambulance, dibantu pula ambulance dari TNI AU dan KKP.

Selain di Terminal Kedatangan Internasional, pihaknya juga menerapkan langkah pencegahan ini di Terminal Kedatangan Domestik. Yaitu dengan menempatkan jalur pemeriksaan penumpang sebanyak 4 jalur serta 1 jalur di jalur transit. Pemeriksaan terzebut dilakukan dengan menggunakan thermometer infrared. “Khusus untuk hal ini semua, kami beserta TNI AU dan KKP akan melakukan penambahan personel untuk mengawaki pemeriksaan penumpang demi mencegah penyebaran Virus Corona di Bali,”imbuhnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.