Teknologi Nuklir Jaga Kelestarian Cagar Budaya dan Peninggalan Arkeologi Tanah Air

suasana presconfrence terkait pemanfaatan tenaga nuklir dalam menjaga kelestarian peninggalan arkeologi dan cagar budaya tanah air
950 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Pemanfaatan teknologi nuklir terus berkembang untuk kesejahteraan masyarakat. Selain dimanfaatkan di bidang energi, industri, pertanian, kesehatan dan lingkungan, tekhnologi nuklir juga bermanfaat dalam memelihara dan melestarikan peninggalan arkeologi dan cagar budaya. Hal tersebut terbukti dengan adanya kerjasama pusat penelitian arkeologi nasional dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), utamanya dalam kajian laboratories usia penanggalan sebuah situs. Sayangnya sampai saat ini belum ada kerangka formal dalam mengikat hubungan atau relasi antar kedua institusi tersebut. Sehingga, Senin (10/2) dilakukan kerjasama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berkolaborasi dengan negara anggota Badan Tenaga Atom Internsional/International Atomic Energy Agency (IAEA). Kerjasama tersebut dilaksanakan serangkaian dengan acara ‘Harnessing Nuclear Science and Technology for the Preservation and Conservation of Cultural Heritage’ yang dihelat di Kuta.

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Totti Tjiptosumirat menerangkan pemanfaatan tenaga nuklir untuk pelestarian cagar budaya merupakan kegiatan semacam bantuan tenaga ahli dari Badan Tenaga Atom Internasional, dalam mendukung upaya pemerintah untuk menjaga kelestarian peninggalan bersejarah di tanah air. Karena itulah Batan melalui beberapa unit kerja di bawah koordinasinya, melakukan kerja sama dengan pihak terkait seperti Arkenas, Balai Arkeologi Daerah, dan perguruan tinggi, untuk melakukan kegiatan penelitian, training, dan workshop pemanfaatan nuklir untuk pelestarian cagar budaya.

Kerja sama penelitian tersebut diakuinya, tidak hanya dilakukan dengan pihak terkait di tingkat nasional saja, melainkan juga dilakukan dengan beberapa negara anggota IAEA. Bentuk kerja sama internasional ini diwujudkan dengan keiikutsertaan Batan dalam proyek kerja sama teknik IAEA untuk wilayah Asia Pasifik. “Teknologi nuklir bukan hanya memiliki manfaat sebagai bom destruktif, tapi juga untuk tujuan perdamaian. Salah satunya adalah memanfaatkan teknologi nuklir untuk mengkonservasi dan mempresrvasi cagar budaya. Sehingga cagar budaya ini lebih lestari, berumur lama dan diketahui informasi umurnya sesuai sejarahnya, tentunya memberikan manfaat kepada semuanya,”terang Totti.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama internasional tersebut, IAEA menginisiasi pertemuan untuk membahas perkembangan penelitian pemanfaatan iptek nuklir untuk pelestarian cagar budaya di Bali. Melalui pertemuan tersebut, pihaknya berharap, adanya peningkatan awareness dan implementasi metode yang digunakan dalam pelestarian cagar budaya dari negara peserta kegiatan di kawasan regional Asia Pasifk. Selain itu, masyarakat lebih mengenal bahwa teknologi nuklir sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia sehari-hari.

Sementara Kepala Balai Arkeologi Denpasar, Gusti Made Suarbhawa menerangkan belum banyak arkeologi, situs dan cagar budaya di Bali yang mengaplikasikan teknologi nuklir, dalam upaya konservasi dan pelestariannya. Karena itulah melalui penandatanganan MoU antara Batan dengan Balai penelitian arkeologi, hal itu akan sangat membantu dalam upaya pelestarian dan konservasi peninggalan arkeologi dan cagar budaya di Bali, NTB dan NTT. Khususnya menyangkut bagaimana langkah kedepan dalam melakukan konservasi dan mempertahankan atau menaturalisasi keberadaan arkeologi dan cagar budaya kebanggan Bali. Sehingga informasi mengenai arkeologi dan cagar budaya akan menjadi lebih akurat.

Dengan kerjasama tersebut, pihaknya berharap peninggalan situs, arkeologi dan cagar budaya kedepannya bisa lebih terjaga. Sehingga hal itu akan mampu membuat usia peninggalan sejarah tersebut lebih bertahan lama dari segi usia. Terlebih lagi saat ini diakuinya cukup banyak peninggalan yang masih belum ditetapkan sebagai cagar budaya di Bali, baik berupa bangunan, benda, situs dan lain sebagainya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.