Tekan Penularan Covid-19, Upacara Adat Keagamaan Harus Lebih Taat Prokes

Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama Bendesa Adat se-Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Selasa (26/1/2021).
87 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, memimpin Rapat Koordinasi bersama Bendesa Adat se-Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Selasa (26/1/2021). Dalam arahanya, Jaya Negara menekankan bahwa klaster upacara adat dan keagamaan menjadi perhatian serius Satgas Covid-19. Untuk itu, pelaksanaan upacara adat keagamaan harus lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Memang upacara adat dan keagamaan menjadi perhatian saat ini, namun pelaksanaannya tetap diizinkan, sepanjang diketahui oleh Satgas Covid-19 di masing-masing desa/kelurahan. Hal ini untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat dan disiplin,” jelasnya.

Penerapan prokes tersebut, kata Jaya Negara terdiri atas penggunaan masker dengan baik, mencuci tangan, tidak berkerumun, dan menjaga jarak. “Kalau masker mungkin sudah paham semuanya, namun yang terpenting jaga jarak ini, sehingga tidak menciptakan kerumunan,” ujar Wali Kota Denpasar terpilih dalam Pilkada 2020 ini.

Jaya Negara juga mengajak seluruh bendesa adat agar bahu-membahu mendukung pencegahan penularan Covid-19. Secara khusus bendesa adat melaksanakan pencegahan berbasis kearifan lokal serta mendukung disiplin ketat penerapan prokes dalam pelaksanaan upacara adat dan keagamaan. “Ke depan akan ada hari Suci Saraswati, Banyu Pinaruh, serta beberapa upacara lainnya untuk dilaksanakan pendekatan kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang lebih disiplin lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Pihaknya mengajak seluruh bendesa adat bersama Satgas Gotong Royong Desa Adat untuk senantiasa memaksimalkan upaya pencegahan. Hal ini utamanya dalam mendukung disiplin penerapan prokes.

“Dengan tidak mengurangi makna dengan mengedepankan kearifan lokal yang ada agar senantiasa mendukung penerapan disiplin protokol kesehatan saat pelaksanaan upacara adat keagamaan, sehingga mampu memutus rantai penyebaran Covid-19,” ajaknya. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.