Tangkas Tewas Ditebas, Pelaku Serahkan Diri

Polisi melakukan olah TKP di lokasi kejadian, Senin (16/11).
388 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Kasus penganiayaan berujung korban tewas terjadi di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Kubutambahan, Buleleng pada Senin (16/11) pukul 17.30 Wita. Korban tewas, Gede Mertayasa alias Tangkas (38) warga desa setempat. Pelakunya Ketut Mudrayasa alias Anton (35) yang juga satu kampung dengan korban.

Belum diketahui motif dari aksi penganiayaan berujung maut ini. Namun dari informasi awal dihimpun, kejadian bermula dari korban Mertayasa alias Tangkas mendatangi rumah pelaku Mudrayasa. Kedatangan korban untuk menanyakan permasalahan pelaku dengan adik korban.

Saat akan menanyakan persolan tersebut, tiba-tiba di TKP korban Mertayasa langsung diserang oleh pelaku Mudrayasa menggunakan senjata tajam berupa badik. Korban pun mengalami luka robek pada bagian dada, luka robek pada perut hingga usus terburai, dan luka pada kedua tangan.

Korban yang dalam kondisi terluka parah dan tersungkur ke lantai, langsung dilarikan ke RSUD Buleleng sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sesampainya di RSUD Buleleng, Mertaysasa sudah dinyatakan meninggal dunia akibat luka tebasan.

Perbekel Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana, yang ditemui saat melihat kondisi korban di RSUD Buleleng mengatakan, belum mengetahui pasti penyebab peristiwa tersebut. Ia mendapat kabar kejadian ini sekitar pukul 18.00 Wita dari Kepala Dusun (Kadus) Kubuanyar melalui telepon.

Setelah mendapatkan informasi, ia langsung menuju lokasi kejadian, namun sampai di sana ia mendapat kabar bahwa korban sudah dilarikan ke RSUD Buleleng. “Jadi saya ke rumah sakit. Masalahnya saya belum tahu,” kata Pariadnyana.

Dikonfirmasi Kapolsek Kubutambahan, AKP Ketut Wisnaya, menjelaskan, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Kubutambahan dan saat ini sudah diamankan. Adapun barang bukti diamankan yakni 1 buah badik atau tah yang digunakan menebas korban.

“Pelaku ada di Polres Buleleng, karena kami akan melimpahkan kasus ini ke Polres untuk penanganannya. Tidak ada hubungan keluarga (antara pelaku dan korban),” jelas AKP Wisnaya.

AKP Wisnaya tak menampik, jika diduga ada dendam lama yang terjadi antara pelaku dan korban sebagai pemicu kasus ini. Meski demikian, ia mengaku masih melakukan penyelidikan. “Informasinya ada saling tantang, akhirnya korban datang. Pelaku menyerang korban persis di depan pintu. Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengetahui pelaku apakah ada unsur perencanaan atau tidak,” terangnya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.